SuaraPantura.com - Keluarga Ridwan Kamil telah mengikhlaskan kepergian Eril setelah melakukan segala upaya untuk melakukan pencarian di sungai Aare , Kota Bern, Swiss.
Pihak berwenang Swiss sendiri telah mengerahkan seluruh sumber daya yang mereka miliki, namun hingga hari ke tujuh pencarian Eril belum juga menemukan titik terang.
Pesan ibunda Eril, Atalia Praratya menggambarkan betapa ikhlas, tegar dan tabahnya seorang ibu yang merelakan kepergian anaknya.
Pesan tersebut ditulis Atalia melalui akun Instagramnya sebelum bertolak kembali ke Indonesia, Kamis 2 Juni 2022.
Ril… mamah pulang dulu ke Indonesia, ya..
Mamah titipkan kamu dalam penjagaan dan perlindungan terbaik dari pemilikmu yang sebenarnya, Allah swt, dimana pun kamu berada…
Insya Allah kamu tidak akan kedinginan, kelaparan atau kekurangan apapun. Bahkan kamu akan mendapatkan limpahan kasih sayang, karunia dan kebahagiaan yang tak pernah putus.
Disini, di sungai Aare yang luar biasa indah dan cantik ini, mamah lepaskan kamu, untuk kita bertemu lagi cepat atau lambat.
Seperti yang pak walikota sampaikan,
“The city of Bern will forever be deeply connected to us…”
Doa terbaik mamah dalam setiap helaan nafas,
Atalia
Aare river, juni 2022
Pihak berwenang Swiss pada akhirnya merubah status pencarian dari mencari orang yang hilang (missing person) menjadi status mencari orang yang tenggelam (drowned person). Hal ini mengisyaratkan bahwa orang yang dicari dimungkinkan sudah meninggal dunia.
Esok, Jumat 3 Juni 2022 pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengajak masyarakat untuk melakukan Shalat Ghaib untuk Eril.
Hal tersebut diputuskan setelah keluarga Ridwan Kamil melakukan konsultasi dengan MUI Jawa Barat pada Kamis 2 Juni 2022.
Segenap redaksi Suara Pantura mengucapkan bela sungkawa atas kepergian Eril, semoga Eril mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga besar Ridwan Kamil senantiasa diberi ketabahan dan kesabaran. Aamiin.***