SuaraPantura.com - Nasi Padang Babi viral baru baru dan cukup meresahkan masyarakat.
Rumah makan rendang babi ini bernama 'Babiambo'.
Usai viral dan dianggap meresahkan masyarakat, Pemilik rumah makan padang rendang babi, Sergio akhirnya meminta maaf.
Ia mengaku pada awal mendirikan usaha rendang babi tersebut sebenarnya ia sedang mengambil peluang dengan memadukan dua jenis masakan yakni olahan daging babi dengan rendang.
Sergio mengaku genar terhadap kedua makanan tersebut. Muncullah ide membuat usaha rumah makan padang yang menyajikan rendang babi.
Sergio pun menjelaskan, sengaja memilih nama rumah makannya dengan menyebut Babiambo agar masyarakat mengetahui dan tidak keliru.
Selain itu Sergio juga memampang jelas pengumuman bahwa makanan tersebut Nonhalal.
Sementara untuk kata 'ambo', menurutnya ide itu hanya sebatas agar para calon pembeli dapat langsung mengetahui jenis olahan daging babi yang dijual.
Sergio menegaskan, hal itu murni hanya untuk berjualan tanpa ada tujuan untuk melecehkan suku tertentu.
Anggota DPR RI Dapil Sumbar II Guspardi Gaus mendorong semua pihak dilibatkan dalam pembahasan sertifikasi masakan khas Minangkabau.
Menurut Guspardi, masyarakat Minangkabau perlu dilibatkan karena masalah kuliner menyangkut kultur.
Selain itu, menurutnya, banyak pihak harus dilibatkan karena persoalan nasi Padang babi meresahkan masyarakat.
Sementara itu, merespon keresahan masyarakat, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengecek rumah makan Padang di kawasan Kertajaya Indah, Surabaya.
Mantan Menteri Sosial (Mensos) itu hendak memastikan menu masakan Padang yang dijual halal.
Hal itu Khififah lakukan dalam kegiatannya pada Minggu, 12 Juni 2022.
Khofifah lalu mengimbau pemilik restoran Padang tersebut untuk menempelkan label halal di depan restorannya.
***