SuaraPantura.com - Anggota Komisi VI DPR RI Harris Turino melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Amsterdam, Belanda.
Harris Turino mendarat di Amsterdam dan dijemput oleh Atase Perdagangan Indonesia di KBRI Belanda, Sabbat Christian.
"Kami sempat makan siang sambil ngobrol mengenai neraca perdagangan Indonesia-Belanda," kata Harris Turino.
Dari perbincangan tersebut, diketahui neraca perdagangan Indonesia dengan Belanda mencatatkan surplus USD3,79 miliar sepanjang 2021. Surplus tersebut tumbuh 63,92 persen dibanding tahun sebelumnya, sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam 6 tahun terakhir.
"Total nilai perdagangan Indonesia dengan Belanda juga tumbuh 39,81% dari USD3,92 miliar pada 2020 menjadi USD5,48 miliar pada 2021," ungkap Harris.
Rinciannya, nilai ekspor Indonesia ke Belanda tumbuh 48,75 persen menjadi USD 4,63 miliar pada 2021 dibanding tahun sebelumnya.
Sedangkan nilai impor Indonesia dari Negeri Kincir Angin tersebut naik 5,2 persen menjadi USD846,12 juta pada 2021.
Kenaikan angka surplus ini disebabkan karena kenaikan harga komoditas pangan.
Ekspor terbesar Indonesia ke Belanda didominasi oleh CPO yang diolah lanjut menjadi minyak goreng.
Jika dirunut sejarahnya, hubungan perdagangan Indonesia dengan Belanda sudah terjalin sangat lama sejak kedatangan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) ke wilayah Nusantara, sampai akhirnya hubungan tersebut bergeser menjadi penjajahan.
Didirikan pada 1602, perusahaan yang menguasai rempah-rempah dari Indonesia ini jadi perusahaan terbesar di dunia sepanjang sejarah karena bernilai USD7,9 triliun pada 1637.
Perusahaan Hindia Timur Belanda ini sukses besar. Bahkan, nilai perusahaan ini masih jauh lebih besar dibandingkan perusahaan super kaya di zaman sekarang ini.
Pasalnya, perusahaan Apple yang terkaya saat ini pun hanya bernilai USD3 triliun atau Rp42.900 triliun. Di bawahnya, ada pula raksasa Microsoft yang bernilai USD2,6 triliun atau sekitar Rp37.180 triliun.
Perusahaan Alphabet menjadi yang terkaya ketiga dengan nilai USD1,9 triliun atau Rp27.170 triliun dan Tesla, sang produsen mobil terkemuka pun kalah jauh dengan kekayaan VOC.
Perusahaan ini "hanya" bernilai USD1 triliun atau setara dengan Rp14.300 triliun.
"Hebat ya kekayaan negara kita. Pantas kalau Belanda, negara dengan hanya 17 juta penduduk, bisa menjadi salah satu negara kaya di Eropa, dengan menguasai Indonesia lewat VOC atau secara langsung selama lebih dari 350 tahun," ungkap Harris Turino.
Harrus Turino berharap Indonesia dapat mengembalikan masa kejayaannya.
"Sudah saatnya kita mengembalikan masa kejayaan Indonesia. Yuk bareng-bareng kita berkontribusi sesuai dengan peran kita masing-masing," pungkasnya.***