SuaraPantura.com - Kerusuhan yang terjadi di kawasan Babarsari Yogyakarta pada Senin, 4 Juli 2022 menimbulkan dampak yang serius bagi masyarakat.
Tak terkecuali bagi anak kos yang berada di lingkungan tersebut.
Sebab, toko-toko di daerah Babarsari juga dirusak dan dibakar oleh para pelaku kerusuhan.
Pihak kepolisian tampak telah berjaga di lokasi tawuran yang ada di toko-toko Babarsari.
Tawuran yang terjadi di Babarsari, Yogyakarta, telah ramai menjadi perbincangan di media sosial.
Adanya tawuran tersebut menimbulkan keresahan warga Yogayakarta, tidak hanya yang berada di Babarsari dan Seturan, tetapi juga daerah lainnya.
Apalagi, para pelaku kerusuhan membawa senjata tajam seperti pedang dan parang dengan jumlah lebih dari dua buah.
Dampak dari kerusuhan tersebut juga meluas hingga ke anak kos dan para pedagang.
Pasalnya, daerah Babarsari, Seturan, hingga Condongcatur merupakan wilayah pelajar dari luar kota yang menjadi anak kos.
Selain merasa tidak tenang dengan adanya tawuran tersebut, anak kos juga kesulitan mencari makan.
Mereka pun akhirnya harus menahan lapar atau memilih masak bahan seadanya yang tersedia.
Hal tersebut mengingat para pedangan yang ada di wilayah Babarsari, Seturan hingga Condongcatur tidak bisa berjualan untuk berjaga-jaga agar tokonya tidak menjadi sasaran perusakan para pelaku tawuran.
Padahal, jika situasi normal, daerah Babarsari hingga Condongcatur banyak pedagang yang berbisnis kuliner.
***