SuaraPantura.com - Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (42) akhirnya menyerahkan diri ke polisi.
Mas Bechi menyerahkan Kamis malam pukul 23.00 WIB. Mas Bechi menyerahkan diri usai polisi melakukan pencarian selama 16 jam di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso, Jombang yang dipimpin ayahnya.
Proses pencarian berlangsung sejak Kamis 7 Juli 2022 pukul 07.00 WIB.
Bechi dikenal memiliki ilmu metafakta. Ilmu ini yang dijadikan modus dalam melakukan pencabulan pada santriwatinya. Selain itu, Bechi dikenal sebagai anak band.
Sebelum mencabuli korban, Bechi melakukan modus merekrut korban menjadi salah satu tim relawan kesehatan.
" Modusnya korban dimasukkan oleh seseorang, anak buahnya tersangka untuk menjadi salah satu tim kesehatan, metafakta,” tutur Nun Sayuti, pendamping Korban.
Relawan ini akan diajari ilmu metafakta. Ilmu ini dikatakan bisa digunakan untuk proses penyembuhan. Korban pun dijanjikan akan ditransfer ilmu metafakta tersebut.
Tetapi ketika seleksi tim, korban diminta untuk melepas semua pakaian agar ilmu tersebut bisa masuk. Korban sempat menolak karena hal ini tak masuk akal.
Namun, Bechi menegaskan jika ilmu itu tidak akan sampai jika korban masih mengandalkan akal atau logika. Akhirnya korban pun terperdaya.
Apa itu Metafakta?
Menurut Psikolog dar Universitas Darul Ulum Jombang, Denok Wigati, Metafakta yang dimaksud merupakan ilmu sugesti.
Dalam dunia musik juga dikenal dengan musik metafakta. Dalam perspektif ini menurut Indra kardasih, metafakta adalah terapi berbasis frekuensi.
Mas Bechi mengklaim memiliki ilmu metafakta untuk penyembuhan.
Itu semacam klaim kemampuan sugesti dengan frekuenai tertentu yang diberikan pada seseorang.
Nah ilmu metafakta inilah yang dimanfaatkan untuk memperdaya korban sehingga mau dicabuli.
***