SuaraPantura.com - Moch Subchi Azal Tzani (MSAT) alias Mas Bechi, pelaku pencabulan terhadap santriwatinya ternyata dikenal tajir atau kaya raya.
Mas Bechi selalu licin dan sulit ditangkap. Bahkan Mas Bechi tak segan mengwrahkan simpatisan dan puluhan mobil untuk menghalangi polisi.
Namun akhirnya pada Kamis, 7 Juli 2022 kemarin, dia menyerahkan diri setelah kembali dikepung aparat Polda Jatim dan Polres Jombang selama 15 jam.
Mas Bechi diketahui merupakan merupakan anak dari salah satu kiai ternama di Jombang yang juga pemilik pondok pesantren Shiddiqiyyah Ploso bernama Muhamad Muchtar Mu'thi.
Mas Bechi pun menjabatan sebagai pengasuh pondok pesantren (Ponpes) atau Wakil Rektor Ponpes Majma'al Bachroin Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah.
Tidak hanya memiliki jabatan 'mentereng' di Ponpes, dia juga memiliki sumber kekayaan yang terus membuat pundi-pundi uangnya semakin gemuk.
Lalu, apa sumber kekayaan Mas Bechi tersebut? Dirangkum dari Pikiran-Rakyat.com, berikut penjelasannya.
Mas Bechi diketahui memiliki pabrik rokok Sehat Tentrem Jaya Lestari yang memproduksi rokok obat yang diklaim bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
Pabrik rokok lokal ini dikenal sebagai rokoknya orang pesantren, bahkan beberapa kiai besar, termasuk MSAT dan sang ayah Kiai Muchtar Mu’ti, ikut mengelola pabrik rokok ini.
Peredarannya mencakup beberapa wilayah di Jawa Timur seperti Jombang, Kediri, dan Malang.
Bagi beberapa pemakainya, rokok Sehat Tentrem dipercaya sebagai obat yang mampu menyembuhkan penyakit ringan hingga berat, seperti sakit gigi, flu, dan asma.
Apabila menelusuri pasar, ada sejumlah rokok Sehat Tentrem (ST) yang beredar di pasaran.
Banyak varian rokok ST yang beredar di pasaran tapi rokok ST ini dibuat oleh Pesantren Sehat Perum Kalianyar Permai C1 Sidodadi, Lawang, Malang.
Rokok bermerk 'SIN' itu dibuat oleh seorang ahli terapi kesehatan yang bernama KH Abdul Malik.
Akan tetapi, berdasarkan informasi lain disebutkan bahwa rokok ST dibuat oleh KH. Muhammad Muktar Mukti, seorang Mursyid Tarekat Shiddiqiyyah.
Terlepas dari siapa penemunya, rokok ST jadi menarik lantaran dipercaya mampu mendatangkan kesehatan.
Bahkan rokok tersebut tidak hanya bisa dihisap seperti rokok biasa, tetapi bisa pula diseduh layaknya jamu.
Beberapa penyakit yang mampu diobati dengan mengkonsumsi rokok ini seperti sakit gigi, flu, asma, diabetes, TBC hingga sakit jantung.
Konon katanya, abu rokok juga bisa digunakan sebagai obat oles luka, lecet iritasi kulit, obat gatal, bahkan obat serangan serangga.
Aroma rokok kretek ini disebut sangat kuat dan harum, karena rokok ST ini tidak hanya dibuat dari tembakau saja tapi juga memadukan unsur rempah.
Selain memanfaatkan rempah, konon ST diberi doa yang dibacakan oleh kiai pesantren sebelum dijual.
***