Suarapantura.com - Drama tersangka kasus pencabulan santriwati terus membuat geram masyarakat.
Pasalnya tersangka yang terkenal licin dan bersembunyi di balik nama besar pesantren ini tak segan mengerahkan simpatisannya untuk menghalangi polisi.
Namun masyarakat cukup lega ketika pihak polisi tegas dan berhasil membuat tersangka bertekuk lutut dan menyerahkan diri.
Polisi melakukan proses penangkapan terhadap Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi di Pesantren Shiddiqiyyah Ploso pada Kamis 7 Juli 2022.
Selain Mas Bechi, puluhan orang yang menghalangi penangkapan juga dibawa ke Polres Jombang dengan truk Brimob.
Mas Bechi merupakan anak dari ulama berpengaruh sekaligus pengasuh salah satu Pondok Pesantren di Jawa Timur.
Dianggap memanfaatkan ketokohannya, Bechi selalu lihai menghindari penangkapan polisi hingga sempat menjadi buron dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Kini setelah ditangkap, fakta baru sekaligus kegilaan terkait kejahatan Mas Bechi kini satu persatu terungkap.
Salah satunya dengan beredarnya video pengakuan para korban.
Dua korban kemudian mengaku dipaksa menuruti nafsu Mas Bechi.
Mereka diajak tidur di sebuah hotel, kemudian di sana MSAT mengajak berhubungan badan bertiga atau 'threesome'. Korban sempat menolak. Tetapi Mas Bechi langsung mengancam kedua korban.
Selain itu, ternyata Mas Bechi juga dikabarkan punya pabrik rokok dan para santri disebut ikut jadi konsumennya.
Melihat fenomena kemanusiaan yang miris itu, seorang seniman pantura, Hendri Yetus Siwono menuangkannya ke dalam sebuah puisi, berikut isi puisinya :
META-F*CK-TA
demi Indonesia Raya
teriakmu sambil khotbah di depan jamaah
lalu serentak jamaah takzim bergumam
tentrem trentrem trentrem
tentrem trentrem trentrem
tentrem trentrem trentrem
sesekali diselingiin teriak
menyebut yang besar
sambil merem melek
dan mengepalkan tangan ke atas
meninju langit dan fakta
demi indonesia raya
mari ajarkan cara paksa senggama
pada anak didik kita
buat kesehatan jiwa
demi kejayaan indonesia
kita perdayakan dengan segala
tipu daya halusinasi tanpa sanksi
tak bisa jelaskan nalar dan fakta
mari ajarkan cara paksa senggama
bila anakanak menolak
maka perlu kita ancam dengan
sorga dan neraka
bila anakanak melawan dan
perlawanan makin massif
maka segeralah kita tuduh komunis
komunis adalah koentji
adalah kambing sembelihan
adalah kambing hitam dari terhitam
demi Indonesia raya
hisap hisap hisap
hisap hisap hisap
keringat tenaga dan masa depan
inilah sajakku
sajak metafakta
sajak yang tak bisa kau nalar
dengan fakta
metafakta
2022
***