SuaraPantura.com - Kasus pelecehan atau pecabulan santriwati oleh Mas Bechi atau Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) di Jombang, Jawa Timur masih dalam proses penyidikan.
Mas Bechi pelaku kasus pencabulan santriwati kini harus meringkuk di Rutan Medaeng Sidoarjo.
5 santriwati yang telah melaporkan kasus pencabulan MAs Bechi di Jombang ternyata bukan yang pertama kali.
Diungkapkan oleh aktivis Woman Crisis Center Jombang Ana Abdillah, santriwati berinisal IP adalah korban pertama Mas Bechi pada 2012 silam.
IP sendiri kini sudah berumah tangga dan masih menympan trauma atas perbuatan bejat Mas Bechi.
Ana menuturkan bahawa IP disetubuhi oleh Mas Bechi sejak berusia 15 tahun. Namun dirinya tak berani melapor.
"Sikap orang tua korban yang tak ingin ramai-ramai, ditambah hegemoni pondok, membuat rangkaian kasus kekerasan seksual itu hanya di bawah permukaan," terang Ana menjelaskan kenapa IP tak melaporkan kasus pelecehan yang dialami IP ke pihak berwajib.
Hingga kini IP masih menyimpan foto-foto yang dapat menjadi bukti pelecehan yang dilakukan Mas Bechi.
IP juga bersedia menjadi saksi untuk memperkuat laporan korban lainnya yakni MNK yang telah melaporkan pelecehan yang dilakukan Mas Bechi.
Meski masih trauma namun IP akan menjadi saksi dan mendukung pelapor lain. Ini ia lakukan agar Mas Bechi mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.***