SuaraPantura.com - Geger korban mutilasi yang ditemukan di Ungaran kini menemui titik terang.
Polda Jateng telah gerak cepat mengungkap identitas korban dan pelaku yang tega melakukan tindakan keji tersebut.
Korban mutilasi di Semarang bernama Kholidatunn'imah warga Desa Cibunar, RT 01/RW 02, kelurahan Cibunar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.
Adapun pelakunya adalah Imam Sobari, Warga Tegal yang juga disebut sebagai mantan kekasih korban.
Korban mutilasi di Semarang tersebut ternyata diketahui mempunyai suami yang kini tengah menjadi TKI di Taiwan.
Pembunuhan disertai mutilasi terungkap pada Minggu 24 Juli 2022 saat sepasang potongan tangan ditemukan di semak semak Desa Kalongan, Ungaran Timur Kabupaten Semarang.
Pencarian terus dilakukan oleh tim dari Polda Jateng hingga ditemukan potongan kepala yang diduga adalah milik korban di samping sungai Cimory, Jatijajar.
Sedangkan temuan lain adalah organ manusia yang dibungkus plastik hitam ditemukan di wilayah Bergas Kidul.
Terduga pelaku merupakan warga Desa Cibunar Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal yang sudah ditangkap pada Senin dini hari 25 Juli 2022.
Pihak kepolisian akan merilis kasus mutilasi di Ungaran secara lengkap pada Selasa 26 Juli 2022 esok.
Sedangkan jenazah korban mutilasi hingga berita ini diturunkan, masih berada di RS Bhayangkara Semarang demi kepentingan otopsi.
Korban sendiri diketahui bekerja di perusahaan konveksi PT Wory di Kabupaten Semarang memiliki seorang anak berusia lima tahun.
Adapun lokasi pembunuhan, di tempat indekos korban di Jalan Soekarno-Hatta, Kabupaten Semarang pada 17 Juli 2022.
Usai melakukan mutilasi, pelaku ternyata sempat bertamu ke rumah orang tua korban. Pelaku bermaksud menemui anaknya hasil hubungannya dengan korban pada 2015 lalu.
Pelaku dan korban pernah menjalin hubungan asmara hingga korban hamil.
Namun pelaku tidak mau bertanggungjawab, sehingga dilaporkan ke polisi atas dugaan pencabulan di bawah umur.
Saat itu, korban masih menjadi pelajar SMA. Pelaku dijatuhi hukuman pidana 6 tahun penjara.
Pelaku baru bebas usai Lebaran lalu. Sedangkkan pada 2021, namun korban menikah dengan pria lain. Saat ini, suami korban tengah berlayar di Taiwan.
***