SuaraPantura.com - Penemuan kuburan 1 juta ton beras bansos di Depok sempat menggegerkan publik.
Sebab di tengah keterbatasan ketersediaan pangan pasca pandemi, justru ditemukan 1 ton beras bansos yang dikubur tersebut.
Ternyata beras yang dikubur nerupakan satu ton Bantuan Sosial (Bansos) Presiden yang dikubur di sebuah lahan milik warga di di kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.
Merepons temuan tersebut, pihak JNE mengakui mengubur beras bansos Presiden tersebut, namun menyatakan tidak ada pelanggaran yang dilakukan.
Vice President JNE Eri Palgunadi memastikan tidak ada pelanggaran prosedur soal penguburan beras bansos itu.
Pasalnya, kata dia, pemendaman paket sembako yang berada di tanah kosong itu disebutnya sudah sesuai prosedur.
"Karena sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati dari kedua belah pihak."
Dia juga memastikan, dalam menjalankan bisnis, JNE selalu mengikuti peraturan yang berlaku serta menjalankan standard operating procedur (SOP) perusahaan sebaik mungkin.
Sebagaimana diberitakan, kuburan beras bansos Presiden tersebut ditemukan oleh pemilik lahan bernama Rudi Samin setelah melakukan penggalian selama 3 hari.
Menurut Rudi, sembako bansos tersebut seharusnya dibagikan kepada masyarakat pada 2020 lalu untuk wilayah luar Jawa.
Dalam video yang beredar diunggah oleh akun Youtube Menitnews TV berjudul "Penemuan Sembako Banpres Tahun 2020 Dikubur di Kota Depok", yang tayang pada Jumat, 29 Juli 2022, terlihat kondisi beras bansos yang sudah rusak.
Polisi pun akhirnya menyelidiki temuan beras bansos berkarung-karung yang terkubur di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok ini.
Polisi memanggil pihak JNE untuk meminta klarifikasi terkait beras yang ditimbun di Depok tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dalam keterangannya, Senin, 1 Agustus 2022.
"Hari ini baru akan kita klarifikasi resmi," ujarnya.
Zulpan menjelaskan pihaknya saat ini tengah menyelidiki lebih lanjut terkait temuan beras di Depok ini.
Polisi akan memintai keterangan pihak-pihak terkait untuk menyelidikinya.
Sebelumnya, polisi telah memintai keterangan Rudi Samin, pemilik tanah yang lahannya digunakan untuk parkir mobil JNE.
Rudi Samin awalnya mendapatkan informasi terkait beras bansos yang ditimbun itu dari pria inisial S.
***