SuaraPantura.com - Polemik Gus Samsudin Jadab vs Pesulap Merah heboh di media sosial.
Pesulap merah berhasil membongkar trik oengobatan Gus Sansudin Jadab yang dianggapnya terdapat indikasi penipuan.
Usi kunjungan Pesulap Merah ke tempat Gus Samsudin Jadab, Padepokan Padepokan Nur Dzat pun digerudug massa yang meminta oadepokan tersebut ditutup.
Lantas siapakah Gus Samsudin ahli spiritual pemilik Padepokan Nur Dzat yang berseteru dengan Pesulap Merah tersebut?.
Gus Samsudin diketahui memiliki istri bernama Yuni Lida seorang santri yang mendalami ilmu agama Islam di Pondok Condro Mowo, Ngawi, Jawa Timur.
Gus Samsudin sempat mendalami ilmu di Pondok Pesantren, ia banyak mendapatkan ilmu ikhlas merawat sesama, yaitu merawat orang yang berkebutuhan khusus atau gangguan jiwa.
Gus Samsudin adalah pria asal Blitar yang berprofesi sebagai guru agama dan juga sebagai praktisi ilmu spiritual.
Gus Samsudin diketahui memiliki Padepokan bernama Padepokan Nur Dzat Sejati yang berlokasi di Desa Rejowinangun, RT 02/04, Kecamatan Kademangan, Blitar, Jawa Timur.
Dengan ilmu spiritual itu, Gus Samsudin kerap menggunggah pengalaman spiritualnya di channel YouTube Padepokan Nur Dzat Sejati lantaran kerap berkunjung ke lokasi-lokasi mistis.
Ahli Spiritual kelahiran 1989 ini viral karena, ilmu Kulhugeni yang dimilikinya.
Ilmu Kulhugeni merupakan kemampuan spiritual untuk dapat melakukan berbagai hal yang berada di luar nalar manusia.
Gus Samsudin kerap mempraktikan ilmu Kulhugeni untuk dapat menyembuhkan orang sakit bahkan sampai mengusir sarang hantu di beberapa tempat angker.
Dia juga kerap membagikan konten pertemuan dengan makhluk halus dan menantang mereka dengan ilmu yang dimilikinya.
Fakta lainnya adalah Gus Samsudin juga bukan merupakan warga asli Rejowinangun, melainkan pendatang dari Lampung.
Tidak ada yang mengetahui latar belakang orang tua Samsudin ini hingga kemudian dia dipanggil Gus oleh pengikutnya.
Menurut cerita masyarakat sekitar, orang tua Samsudin bernama Towo dan Tugiyem. Awal mula sebelum mendirikan padepokan, Samsudin adalah seorang pedagang rongsokan atau besi tua di Rejowinangun.
Bisnis ini berkembang pesat meski di beberapa waktu ia pernah gesekan dengan masyarakat setempat karena bau yang ditimbulkan oleh tumpukan rongsokan tersebut.
Lama berselang, Samsudin kemudian membentuk sebuah kelompok sholawatan Al Laduni.
Di situ ia memiliki beberapa pengikut. Kegiatan yang dilakukan Samsudin dan kelompoknya ialah olah kanuragan ilmu kebal bacok.
Kini Padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin sempat didemo warga. Warga menuntut padepokan ini ditutup karena dinilai melakukan penipuan berdalih pengobatan.
***