SuaraPantura.com - Gus Samsudin Jadab mendadak terkenal dan menjadi sorotan usai membagikan trik-trik pengobatan dan atraksi gaibnya melalui Youtube.
Namun beberapa waktu yang lalu Pesulap Merah membongkar trik dari Gus Samsudin Jadab yang diindikasikan terdapat pembodohan masyarakat.
Salah satu kelebihan yang dianggap merupakan kesaktian dari Gus Samsudin adalah keris petir sakti yang dimilikinya.
Dari video yang beredar, ujung keris tersebut mampu mengeluarkan aliran listrik dan digunakan sebagai media penyembuhan bagi pasien yang datang.
Aksi pengobatan spritual menggunakan keris petir dibongkar oleh Marcel Radhival atau biasa disebut Pesulap Merah.
Pesulap Merah sendiri merupakan youtuber yang terkenal dengan kontennya membongkar trik kebohongan orang pintar atau dukun dalam mengobati pasien.
Ternyata bukan hanya Pesulap Merah, terbaru netizen TikTok dengan akun zuhke_zsr juga ikut mengungkap keris yang digunakan Gus Samsudin mengobati pasien.
Pemilik akun zuhke_zsr mengaku dirinya juga memiliki keris yang sama. Akan tetapi keris yang dia miliki bukan mengeluarkan petir, tapi mengeluarkan listrik.
zuhke_zsr mengaku keris tersebut ia dapatkan dengan membelinya di toko online seharga Rp200 ribu.
Latar Belakang Gus Samsudin Jadab
Gus Samsudin adalah pria yang tinggal di Blitar yang berprofesi sebagai guru agama dan juga sebagai praktisi ilmu spiritual.
Gus Samsudin diketahui memiliki Padepokan bernama Padepokan Nur Dzat Sejati yang berlokasi di Desa Rejowinangun, RT 02/04, Kecamatan Kademangan, Blitar, Jawa Timur.
Dengan ilmu spiritual itu, Gus Samsudin kerap menggunggah pengalaman spiritualnya di channel YouTube Padepokan Nur Dzat Sejati lantaran kerap berkunjung ke lokasi-lokasi mistis.
Ahli Spiritual kelahiran 1989 ini viral karena, ilmu Kulhugeni yang dimilikinya.
Ilmu Kulhugeni merupakan kemampuan spiritual untuk dapat melakukan berbagai hal yang berada di luar nalar manusia.
Gus Samsudin kerap mempraktikan ilmu Kulhugeni untuk dapat menyembuhkan orang sakit bahkan sampai mengusir sarang hantu di beberapa tempat angker.
Dia juga kerap membagikan konten pertemuan dengan makhluk halus dan menantang mereka dengan ilmu yang dimilikinya.
Fakta lainnya adalah Gus Samsudin juga bukan merupakan warga asli Rejowinangun, melainkan pendatang dari Lampung.
Tidak ada yang mengetahui latar belakang orang tua Samsudin ini hingga kemudian dia dipanggil Gus oleh pengikutnya.
Menurut cerita masyarakat sekitar, orang tua Samsudin bernama Towo dan Tugiyem. Awal mula sebelum mendirikan padepokan, Samsudin adalah seorang pedagang rongsokan atau besi tua di Rejowinangun.
Bisnis ini berkembang pesat meski di beberapa waktu ia pernah gesekan dengan masyarakat setempat karena bau yang ditimbulkan oleh tumpukan rongsokan tersebut.
Lama berselang, Samsudin kemudian membentuk sebuah kelompok sholawatan Al Laduni.
Di situ ia memiliki beberapa pengikut. Kegiatan yang dilakukan Samsudin dan kelompoknya ialah olah kanuragan ilmu kebal bacok.
Kini Padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin sempat didemo warga. Warga menuntut padepokan ini ditutup karena dinilai melakukan penipuan berdalih pengobatan.
***