Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Terkait Fenomena Gus Samsudin Jadab Blitar, NU : Jangan Percaya Dukun, Apalagi yang Penampilannya Mirip Kyai

Tim Suara Pantura 01•
Nasional

SuaraPantura.com - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) ikut mengomentari fenomena Gus Samsudin Jadab Blitar.

Gus Fahrur mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan dukun.

Ia melarang umat Islam untuk menganggap dukun sama halnya seperti kiai.

"Itu (Samsudin Jadab) jelas kontenlah. Orang nggak bisa ngaji pakai serban, pakai jubah, itu kan jelas kontennya. Kita harus hati-hati," katanya.

Padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin Jadab di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, sendiri kini ditutup sementara usai digeruduk warga.

Warga beranggapan bahwa padepokan tersebut menjalankan praktek perdukunan dan penipuan.

Sebelumnya, Pesulap Merah ingin membuktikan kemampuan spiritual Gus Samsudin yang disebutnya hanya tipu daya.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Sebab, Gus Samsudin sering mengunggah video praktik pengobatannya ke media sosial termasuk YouTube.

Kedatangan Pesulap Merah ke padepokan Gus Samsudin pun berlangsung heboh.

Mulanya, Pesulap Merah datang baik-baik karena merasa dapat undangan terbuka dari pihak Gus Samsudin untuk membuktikan trik-trik tertentu.

Namun, sambutan tak menyenangkan ia dapati saat datang  ke Padepokan Nur Dzat Sejati. Meski sudah izin satpam untuk bertemu Gus Samsudin, ia tetap dihalangi.

Marcel Radival atau pesulap merah pun menunggu di luar padepokan karena dilarang merekam kegiatan selama di dalam

Pesulap Merah mengatakan, ia saat itu membongkar trik membakar tisu Gus Samsudin.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Ia pun menyindir bahwa jika pesulap melakukan trik tertentu disebut bohongan, namun, jika dukun atau ahli supranatural berkedok agama, malah sebaliknya.

Pesulap Merah mengaku membuat video balasan untuk Gus Samsudin karena menilai trik dukun yang dia lakukan merupakan trik sulap receh.

Kini akhirnya warga menuntut padepokan itu ditutup karena diduga melakukan penipuan bermodus pengobatan.

Warga Desa Rejowinangun yang menuntut penutupan padepokan, menganggap praktik perdukunan berbalut agama yang dijalankan Gus Samsudin telah banyak merugikan orang.

Warga disebut sependapat dengan tudingan Pesulap Merah bahwa Gus Samsudin tidak benar-benar memiliki kemampuan pengobatan secara spiritual.

Padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin pun kinj  dijaga puluhan polisi sejak Senin 1 Agustus 2022 pagi.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor (Polres) Blitar, Iptu Udiyono, menyebut penjagaan oleh personel kepolisian itu dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya tindakan anarkis.

Kini, Padepokan Dzat Sejati itu benar-benar ditutup untuk umum.

Namun gus Samsudin masih bersikeras bahwa dirinya tidak melakukan kebohongan.

Gus Samsudin sendiri menolak menutup permanen Padepokan miliknya tersebut hingga diadakan mediasi antara perwakilan Gus Samsudin, Masyarakat, Pihak Desa di di Polsek Lodoyo Barat (Lobar).

Hasilnya, padepokan milik Gus Samsudin harus ditutup sementara waktu hingga adanya mediasi kedua antara Gus Samsudin dan masyarakat.
***

Tags:
#nu#gus samsudin jadab#gus fahrur#gus samsudin blitar
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…