Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Kolaborasi Polri dan MUI Tangkal Ekstremisme dan Terorisme

Andri Susanto•
Nasional

SuaraPantura.com - Direktur Keamanan Negara Badan Intelijen dan Keamanan Polri, Brigjen Umar Effendi menegaskan pentingnya peran ulama dalam membangun masyarakat yang moderat, baik dalam beragama dan bernegara, guna mencegah penyebaran paham radikal-terorisme dan ekstremisme di Indonesia.

"Ngaji Kebangsaan ini adalah wadah pendekatan antar umat, ulama, umaroh dalam upaya menjaga keamanan dan kesatuan bangsa Indonesia. Hal ini sesuai dengan tema yang diusung, yaitu 'Optimalisasi Islam Wasathiyah Dalam Mencegah Ekstremisme dan Terorisme'," ujar dia dalam kegiatan yang digelar BPET MUI, Selasa 9 Agutsus 2022 di Yayasan Hubbul Wathon Indonesia, Bogor Jawa Barat.

Fenomena ekstremisme dan terorisme, menurutnya, menjadi hal yang mengkhawatirkan untuk perjalanan Negara Indonesia yang multikultural dan majemuk ini. Dimana kita melihat ragam kejadian terkait aksi-aksi teror, baik perkelompok maupun individu, hingga penyebaran narasi anti kebhinekaan dan anti Pancasila di media sosial.

“Narasi-narasi anti Pancasila, anti kearifan lokal dan anti kebhinekaan masih bertebaran di media sosial, dan aksi-aksi teror yang pernah terjadi mengharuskan kita bergandengan tangan dalam mencegah dan menanggulanginya. Kekuataan kita dalam menghadapi kelompok ekstrem dan teror adalah bergandengan tangan dalam mencerdaskan masyarakat,” ungkapnya.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Karena itu, ia menyebut dalam upaya mencegah radikalisme, ekstremisme dan terorisme, BPET bisa menyasar ke semua lapisan, dari level atas hingga bawah.

Ia mewanti- wanti agar BPET MUI harus menyasar ke segala level di masyarakat. Perkembangan terorisme yang semakin kompleks. Optimalisasi Islam Wasathiyah menjadi salah satu cara yang bisa ditempuh.

"Moderasi dalam beragama bisa dipahami dengan baik tanpa melanggar syariat agama. Contohnya, menerapkan cara pandang dan sikap kehidupan yang melindungi martabat kemanusiaan, serta membangun kemaslahatan umat dengan prinsip adil, imbang dan mentaati konstitusi,” imbuhnya.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Ketua BPET MUI, Muh Syauqillah juga menegaskan perkembangan ekstremisme dan terorisme saat ini memiliki perbedaan.

Kata dia, dahulu jaringan teror menggunakan media konvensional, namun saat ini menggunakan media konvensial dan media sosial. Beberapa korban dalam perekrutan, direkrut tanpa bertemu dengan pimpinan utamanya.

"Karenanya kita harus sungguh-sungguh dalam mencegah radikal-terorisme dengan membumisasikan Islam Washatiyah, yakni moderat dalam beragama dan moderat dalam bernegara,” tuturnya.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Dalam konteks Indonesia, menurut Syauqillah, peran ormas-ormas dan khususnya MUI harus tegak lurus, satu visi dalam pencegahan dan penanggulangan ekstremisme dan terorisme ini.

“Saatnya kita satu visi dalam mencegah dan menangulangi radikal-terorisme di Indonesia. Teroris dan terorisme itu nyata ada di Indonesia, yang dilakukan dari ragam latar belakang dan motif. Hingga kemudian mereka menggunakan agama sebagai legitimasi gerakan jihadnya. Penyalahgunaan agama dan simbol agama ini harus kita luruskan agar masyarakat tidak menjauh dari agama,” tukasnya.***

Tags:
#polri#brigjen#badan intelijen#umar effendi#bpet
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…