SuaraPantura.com - Wakil Bupati Pemalang, Mansur Hidayat turut dipanggil KPK untuk diperiksa pada Kamis, 18 Agustus 2022.
Mansur sendiri kini diperiksa sebagai saksi atas kasus jual beli jabatan yang menjadikan mantan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo sebagai tersangka.
Pelaksana tugas Juru bicara KPK Ali Fikri menjelaskan bahwa Wakil Bupati Pemalang dipanggil KPK sebagai saksi.
Ali belum menjelaskan materi pemeriksaan untuk Mansur. Ali mengatakan pemeriksaan akan dilakukan di Kepolisian Resor Pemalang hari ini. Selain Mansur, KPK juga memanggil 12 orang lainnya menjadi saksi.
Total saksi yang dipetiksa KPK menjadi 13 orang yakni :
1. Mansur Hidayat selaku Wakil Bupati Pemalang;
2. Joko Ngatmo selaku Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Pemalang;
3. Imam Fahrudin Kabid Pasar Dinas Koperasi dan UMKM, Perindustrian Perdagangan Kabupaten Pemalang;
4. Eko Wijayanto selaku Kabid Industri Dinas Koperasi dan UMKM, Perindustrian Perdagangan Kabupaten Pemalang;
5. Abdul Muis selaku Kabid Bina Marga Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Pemalang;
6. Yuniar Teguh Santoso selaku Kabid SDA Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Pemalang;
7. Abdul Rachman selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang;
8. Suhirman selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Pemalang;
9. Mubarak Ahmad selaku Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Pemalang;
10. Bambang Haryono selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pemalang;
11. Sagita Budi Utomo selaku Honorer Dinas Kominfo Kabupaten pemalang;
12. Arum selaku Karyawan BUMD PT Aneka Usaha; dan
13. Susanti Utama selaku Ibu Rumah tangga.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan 6 orang tersangka dalam kasus suap jual beli jabatan di Kabupaten Pemalang.
Dari keenam Tersangka penerima suap yakni MAW dan Adi Jumal Widodo (AJW) dari pihak swasta atau Komisaris PD Aneka Usaha (PD AU).
Sementara itu, empat tersangka pemberi suap ialah Slamet Masduki (SM), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang Sugiyanto (SG), Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pemalang Yanuaris Nitbani (YN), dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pemalang Mohammad Saleh (MS).
Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan tersangka MAW, setelah beberapa bulan dilantik menjadi Bupati Pemalang, merombak dan mengatur ulang posisi jabatan untuk beberapa eselon di lingkungan Pemkab Pemalang.
Dalam pemenuhan posisi jabatan tersebut, KPK menduga ada arahan lanjutan dan perintah MAW, yang meminta agar para calon peserta menyiapkan sejumlah uang jika ingin diluluskan.
Selanjutnya, AJW, orang kepercayaan MAW, memasukkan uang yang diberikan secara tunai itu ke dalam rekening bank miliknya untuk keperluan MAW.
***