SuaraPantura.com - Berikut ini adalah kisah tim medis yang terpaksa boncengkan mayat dengan sepeda motor sejauh 30 Kilometer.
Hal ini lantaran si mayat meninggal di lokasi yang terjal dan jauh dari pemukiman hingga fasilitas kesehatan.
Kejadian ini kemudian viral dan membuat nitizen terharu serta fotonya pun banyak dibagikan secara berantai.
Kisah tim medis yang terpaksa boncengkan mayat dengan sepeda motor sejauh 30 Kilometer ini terjadi di Thailand.
Tim medis Thailand harus membawa mayat seorang pria dengan cara mengikatnya di punggung, kemudian diangkut menggunakan sepeda motor.
Hal itu dilakukan lantaran tidak ada cara lain untuk membawa mayat tersebut keluar dari hutan.
Dua petugas SAR, Montree Phiewphong dan Apichart, mengevakuasi jenazah petani bernama Leuang Chodkasem (73). Korban meninggal saat memetik buah di hutan yang berada di Taman Nasional Thap Lan itu.
Chodkasem dilaporkan berjalan kaki ke dalam hutan sejak Sabtu untuk memanen buah myrobalan hitam yang berkhasiat untuk obat.
Namun, keluarga curiga karena Chodkasem tak kunjung pulang sampai malam hari.
Sebuah regu pencari diluncurkan malam itu untuk mencarinya. Namun usahanya mereka tidak membuahkan hasil hingga jam 2 pagi pada tanggal 14 Agustus 2022.
Baru sekitar pukul 6 pagi, putranya kembali untuk melanjutkan pencarian dan menemukan tubuh ayahnya yang tidak bernyawa di bawah pohon.
Dalam video dan foto yang beredar tampak petugas dan kerabat korban akhirnya mengikat jasad Chodkasem ke tubuh Phiewphong sekuat mungkin agar tak jatuh.
Melalui jalan sempit yang berkelok-kelok, motor trail tersebut menuruni lereng gunung, menerobos tingginya rerumputan di hutan tersebut sambil terguncang-guncang.
Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Wang Nam Khiao untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab kematiannya.
***