Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Akhirnya Terungkap, Ini Permintaan Terakhir Brigadir J yang Tak Digubris Ferdy Sambo

Tim Suara Pantura 01•
Nasional

SuaraPantura.com - Berikut ini adalah permintaan terakhir Brigadir J atau Yoshua Hutabarat sebelum dieksekusi.

Permintaan Brigadir J ini diketahui tak digubris oleh Ferdy Sambo.

Hak ini diketahui lantaran kronologi pembunuhan Brigadir J alias Nofriasnyah Yosua Hutabarat perlahan-lahan mulai terkuak ke publik.

Eks Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara mengungkapkan Brigadir J awalnya tidak berada di dalam rumah dinas eks Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bharada E, Deolipa Yumara mengatakan Brigadir J berada di pekarangan depan rumah dinas di Duren Tiga, Jakarta Selatan sesaat sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.

Suami Meninggal, Klaim Asuransi KPR 4 Tahun Tak Tuntas: BTN Malah Tagih Denda Rp10 Juta kepada Ahli Waris!
Baca Juga · Nasional
Suami Meninggal, Klaim Asuransi KPR 4 Tahun Tak Tuntas: BTN Malah Tagih Denda Rp10 Juta kepada Ahli Waris!

Kemudian, Brigadir J pun diperintahkan masuk ke dalam rumah dan disuruh untuk berjalan jongkok. Setelah menghadap, Ferdy Sambo kemudian menjambak rambut Brigadir Yosua.

Dalam kondisi itu, terlihat oleh Bharada E, Brigadir J menyebutkan permintaan terakhirnya agar Ferdy Sambo tak membunuhnya.

Namun, permintaan terakhir Brigadir J tersebut tak digubris oleh Ferdy Sambo.

Terkuaknya permintaan terakhir Brigadir J kepada Ferdy Sambo itu turut ditanggapi oleh Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun.

RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Senjata Kekuasaan? Advokat Bongkar Pasal Rawan dan Celah Penyalahgunaan Wewenang
Baca Juga · Nasional
RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Senjata Kekuasaan? Advokat Bongkar Pasal Rawan dan Celah Penyalahgunaan Wewenang

Menurut Refly Harun, tindakan yang dilakukan oleh Ferdy Sambo adalah hal yang luar biasa karena tetap menghabisi Brigadir J kendati sudah memohon untuk tak dibunuh.

"Jadi yang dilakukan ini luar biasa juga," kata Refly Harun.

Kendati demikian, mantan Staf Ahli di Mahkamah Konstitusi itu menegaskan apapun versi kronologi pembunuhan Brigadir J sudah dipastikan otak peristiwa nahas tersebut adalah Ferdy Sambo.

Menurutnya, secara logis yang mengeksekusi lebih dulu Brigadir J adalah orang yang emosi dahulu, yaitu Ferdy Sambo.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

"Apapun versinya yang jelas bahwa Ferdy Sambo adalah otak pembunuhannya. Dari sisi logis, yang biasanya kalau emosi, ya duluan dia yang melakukan eksekusi," ucapnya, dalam video yang diunggah di kanal YouTube Refly Harun pada Senin, 15 Agustus 2022.

"Antara eksekusinya untuk keperluan alibi kan bahwa itu adalah tembak menembak Bharada E dan Brigadir J," sambungnya.

Lebih lanjut, dulansir dari Seputartangsel.com dalam artikel yang berjudul " Permintaan Terakhir Brigadir J Tak Digubris Ferdy Sambo Saat Eksekusi, Refly Harun: Yosua Tahu Rahasia yang...", Alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menilai pembunuhan Brigadir J bukan soal kasus pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Dia menduga ada rahasia besar milik Ferdy Sambo yang diketahui oleh Brigadir J.

"Rasanya sedikit janggal lah ya, kecuali dia (Brigadir J) mengetahui rahasia yang tidak boleh diketahui orang lain," tandasnya.***

Tags:
#terakhir#permintaan#ferdy sambo#brigadir j#yoshua hutabarat
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…