SuaraPantura.com - Perangai-perangai buruk yang diduga dilakukan Irjen Ferdy Sambo kini mulai terkuak di publik.
Hal ini disampaikan oleh pengacara Brigadir J, Komaruddin Simanjuntak.
Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan, buktinya kelakuan buruk Ferdy Sambo itu terbukti saat temannya yang seorang kepala bank pernah sampai kencing di celana karena ketakutan ketika berkunjung ke ruang Divisi Propam Polri.
Kamaruddin sempat ditanya host acara tersebut tentang kebenaran informasi itu. Dan dengan lantang Kamaruddin menjamin ucapan yang ia lontarkan tersebut benar.
"Saya lihat sendiri. Penglihatan saya ini didukung informasi intelijen dan rata-rata informasi ini 99 persen sempurna. Artinya tidak meleset," ujarnya.
Kamaruddin Simanjutkan membongkar fakta mengejutkan jika selama menjabat sebagai Kadiv Propam, Ferdy Sambo senang mabuk minum-minuman keras dan mengoleksinya di ruang kerja.
Bahkan, Ferdy Sambo kerap mabuk ketika memeriksa para polisi yang melakukan pelanggaran.
"Ketika lagi meriksa polisi-polisi melanggar, sambil mabuk-mabuk dia, nembak sana nembak sini," ujar Kamaruddin dikutip Suara Pantura dari Hops.id dalam artikel " Sadis! Irjen Ferdy Sambo suka mabuk dan asal tembak, Kamaruddin: Kepala bank sampai kencing celana".
Kamaruddin juga ragu jika Mabes Polri sendiri tidak mengetahui perilaku menyimpang Ferdy Sambo itu.
"Bohong kalau dikatakan Mabes Polri tidak tahu itu. Suara letusannya kemana-mana kok," kata Kamaruddin.
Dan Kamaruddin juga mempunyai buktik, ketika ada seorang polwan berpangkat Kompol di Divisi Propam Polri sedang menjalani pemeriksaaan. Menurut Kamaruddin, polwan tersebut sampai menjerit ketakutan dan meminta tolong saat diperiksa.
"Dia (polwan) lagi diperiksa, tembak sana tembak sini sambil mabuk-mabuk. Kalau dia (Sambo) lagi mabuk sala tembak, kan bahaya," jelasnya.
"Saya malah heran kok Kapolri membiarkan tembak-tembakan di lingkungan Polri, mabuk-mabukan sambil meriksa, moral apa? katanya Propam itu moralnya Polri," lanjutnya.
Sementara itu, Ferdy Sambo dikabarkan menangis saat dijumpai oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau kak Seto di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Selasa 23 Agustus 2022 lalu.
Kak Seto Mulyadi mengunjungi Ferdy Sambo dengan maksud meminta izin untuk memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anaknya.
Hal ini dikarenakan anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kerap menerima perundungan secara langsung dan di media sosial usai keduanya ditetapkan sebagai tersangka.
Kak Seto mengatakan bahwa Ferdy Sambo meneteskan air mata saat ditemui dirinya. Ferdy Sambo menangis karena terharu mengetahui anak-anaknya mendapat perhatian dari LPAI.
Ferdy Sambo pun mengizinkan LPAI untuk memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anaknya. Ia juga menitipkan pesan ke Kak Seto agar anak-anaknya tegar.
"Sambil menitipkan pesan supaya anak-anak tetap pede, tetap tegar, menghadapi berbagai perundungan dan sebagainya," ujar Kak Seto.***