SuaraPantura.com - Nama Dirut PT Taspen Antonius NS Kosasih atau ANS Kosasih mencuat setelah disebut oleh Kamaruddin Simanjuntak.
Dirut PT Taspen Antonius NS Kosasih atau ANS Kosasih disebut Kamaruddin Simanjuntak mengelola dana 300 triliun.
Menurut Kamaruddin Simanjuntak, Dirut PT Taspen Antonius Kosasih atau ANS Kosasih mengelola dana 300 triliun terkait dengan pencapresan.
Dari website resminya diketahui PT Taspen memiliki bidang usaha asuransi sosial Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Sebelumnya PT Taspen telah mengalami beberapa kali perubahan nama yakni:
- Perusahaan Negara Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (PN Taspen) tanggal 17 April 1963
- Perum Taspen, tanggal 18 November 1970.
- PT Taspen (Persero), tanggal 4 Januari 1982.
Status perusahaan PT Taspen merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kepemilikan sahamnya 100 persen dimiliki oleh Negara Republik Indonesia.
Dasar hukum pendirian PT Taspen adalah Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1963 tentang Pendirian Perusahaan Negara Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (PN TASPEN) tanggal 17 April 1963, Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor KEP.749/MK/V/II/1970, Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1981 dan Nomor: 26 Tahun 1981, badan hukum PERUM TASPEN diubah menjadi PT TASPEN (PERSERO).
Perusaan ini memiliki modal dasar Rp2 triliun dengan akte pendirian Akta Notaris Imas Fatimah, S.H. Nomor 53 tanggal 17 Maret 1988 dan telah diperbaiki dengan Akta Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 2 Juli 1998 dihadapan Zulkii Harahap, S.H., pengganti notaris Imas Fatimah,SH.
PT Taspen memiliki karyawan berjumlah sekitar 1.748 orang dengan produk asuransi yang dimiliki PT Taspen yakni Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Program Tabungan Hari Tua (THT), Program Pensiun, Program Jaminan Kematian (JKM).
Saat ini PT Taspen memiliki 6 kantor cabang utama dan 48 kantor cabang, serta memiliki 24.469 titik layanan.
Demikian profil PT Taspen yang nama Dirut PT Taspen Antonius NS Koasih alias ANS Kosasih disebut oleh Kamaruddin Simanjuntak.
Kamaruddin Simanjuntak dalam jumpa persnya mengatakan dana Rp300 triliun yang ia sebutkan, dikelola oleh ANS Kosasih melalui beberapa wanita.
"Wanita - wanita ini di taruh di apartemen, salah satunya Wang Residence Jakarta Barat. Wanita-wanita ini dititipi uang dengan cara uang yang 300 Triliun diinvestasikan lalu ada cashback," ujar Kamaruddin.***