SuaraPantura.com - Tindakan Bjorka meretas dokumen negara danenyebarkannya cukup membuat Menteri Komunikasi dan Informasi, Johnny G Plate kerepotan.
Menteri Kominfo tersebut pun kini dikabarkan ganti nomor usai data pribadinya diretas dan dipublikasikan hacker Bjorka.
Sebelumnya, usai Bjorka berhasil membobol 1,3 miliar data pengguna Sim Card di Indonesia, data BIN dan Presiden Jokowi, serta data pribadi Johnny G Plate pun dibobol.
Bahkan Bjorka mengancam akan membuka data beberapa pejabat yang menjadi sorotan publik.
Setelah akun twitter Bjorka @bjorkanism dibekukan kini muncul kembali akun dengan Bjorka yang lain, @bjorxanism.
Melalui akun twitternya yang baru Bjorka @bjorxanism kembali melontarkan pertanyaan pada Menkominfo Johnny G Plate.
"Why u change ur phone number to us phone number sir
@PlateJohnny? is it true that Indonesian numbers are no longer safe to use?" tanya @bjorxanism pada Senin 12 September 2022.
Penggantian nomor telepon yang dilakukan Johnny G Plate juga diungkap pemilik akun twitter @mrbambang.
"Di sebuah WA Group yang saya ikuti, di mana ada Plate di situ, muncul info kalau bliyo ganti nomor," kata @mrbambang pada Minggu, 11 September 2022.
"Tapi anehnya nomor yg baru pakai kode negara +1, bukan +62. Apakah nomor hpnya yg kemarin direveal Bjorka kena serangan? Yg mengganti nomor ini apakah Plate atau heker?" tanyanya.
Menanggapi pernyataan pemilik akun @mrbambang, Netizen pemilik akun @ahdagusti melontarkan sindirannya pada Johnny G Plate.
Ia melontarkan sindirannya bahwa nomor tersebut diganti oleh Johnny G Plate usai dibongkar peretas Bjorka pada Sabtu, 10 September 2022.
"Kalo memang beneran itu Johnny, berarti dia ganti nomor luar negeri (Amerika/Kanada) sebab udah gak percaya sama privasi provider nasional yang mana memang sudah gak aman," sebut @ahdagusti pada Senin, 12 September 2022.
"Menkominfo sendiri aja gak percaya sama diri sendiri, trus gimana kita hey!" pungkasnya. Seperti dilansir dari Seputar Tangsel "Diserang Hacker, Menkominfo Johny G Plate Ganti Nomor Kode Amerika, Bjorka: Nomor Indonesia Sudah Tak Aman?" ***