SuaraPantura.com - Hacker Bjorka terus bergerak dan menjadi pusat perhatian nitizen Indonesia.
Usai bongkar beberapa dokumen negara serta data pribadi para tokoh dan pejabat Indonesia, Ia pun membongkar dalang dibalik pembunuhan aktivis HAM Munir.
Aksinya itu pun kembali menghebohkan publik, pasalnya ada nama baru yang ia sebut dalam dalam pembnuhan Munir tersebut.
Melalui grup telegram https://telegra.ph/who-killed-munir-09-10, dalam artikel yang berjudul "Siapa yang Membunuh Munir?
11 September 2022 oleh Bjorka" hacker bjorka membagikan narasi pembunuhan Munir dan secara terang benderang menyebut siapa dalangnya.
Menanggai ini, Istri Almarhum Munir, Suciwati pun ikut betkomentar.
Suci mengatakan sampai hari ini pembunuh suaminya masih menjadi misteri yang belum terjawab.
Ia menilai pemerintah banyak berdalih dalam upaya membongkar dalang kasus tersebut.
Salah satunya dengan menyebut dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) hilang.
Suci berpendapat aksi Bjorka itu memperlihatkan bahwa masyarakat masih berharap kasus pembunuhan yang terjadi 18 tahun lalu itu bisa dibongkar.
"Dengan adanya bocoran yang sedang ramai hari ini menurut saya justru sebetulnya ini pesan penting, orang masih terus kok bertanya tentang kasus Munir," kata Suci.
Sementara dalam hal ini, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan pihaknya menyelidiki kasus Munir berdasarkan dokumen Tim Pencari Fakta (TPF).
Ia menyatakan bergerak dari fakta-fakta yang ada.
"Saya enggak ada urusan dengan dunia maya. Kami bergerak dari fakta-fakta," kata Taufan kepada wartawan, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin 12 September 2022.
Taufan mengatakan penyelidikan kasus dilakukan pihaknya dengan mengumpulkan berbagai bukti hingga memanggil beberapa pihak untuk dimintai keterangan.
Untuk itu, dia menegaskan bahwa informasi dari Bjorka tidak ada sangkut pautnya dengan kasus Munir.
Diketahui, Bjorka sejak Agustus membocorkan miliaran data pribadi yang diduga berasal dari IndiHome, Tokopedia, KPU, surat untuk Presiden Jokowi, hingga data pribadi para pejabat.
Akun platform intelijen dark web Darktracer mengungkap Bjorka pernah mengelola situs bocoran data leaks.sh. Dari situs ini, dia mengumpulkan miliaran kredensial alias user login sekaligus password-nya.
***