SuaraPantura.com - Kabar mengejutkan datang dari Bantaeng, Sulawesi Selatan. Pasalnya seorang siswi SMA ditemukan tewas dimutilasi kekasihnya yang juga masih pelajar SMA.
Alasan pelaku membunh korban pun bikin geram, yakni karena korban menolak diajak berhubungan inyim di pinggir sungai yang kemudian menjadi TKP pembunuhan korban.
Siswi SMA yang sebelumnya dinyatakan hilang kini ditemukan menjadi korban mutilasi sang pacar.
Kejadian ini terjadi di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Korban diketahui dibunuh pelaku pada Kamis 1 September 2022 dan baru ditemukan pada Minggu 21 September 2022.
Pelaku berinisial A(17) yang juga masih pelajar SMA merupakan pacar korban.
Pelaku awalnya emosi saat korban berinisial M(17) menolak diajak berhubungan badan di pinggir sungai Biangloe, Bantaeng, Sulsel.
Hal ini disampaikan oleh Kapolres Bantaeng AKBP Andi Kumara pada Senin, 12 September 2022.
Ia menyebutkan bahwa awalnya korban menolak diajak berhubungan badan. Pelaku kemudian emosi dan mencekik korban hingga tewas.
"Awalnya pelaku pengin dilayani namun korban menolak, kemudian pelaku emosi dan mencekik korban," ungkapnya.
Tidak sampai disitu, pelaku yang tersulit emosi kemudian memotong memutilasi kaki korban menggunakan batu pipih di dungai tersebut.
" Menggunakan batu pipih di sungai" ungkap Andi.
Namun belakangan pengakuan pelaku berubah. Pengakuan terbarunya, pelaku tak menggunakan batu pipih di sungai, melainkan menggunakan badik.
"Pengakuannya pelaku, inikan berkembang terus. Anak-anak kan tidak bisa dipaksa. Nanti habis rekonstruksi, inikan mau rekonstruksi. Semuanya nanti terbuka karena berubah terus nanti dibilang A rupanya B," kata Andi, dikutip Rabu 14 September 2022.
Menurut informasi, sebelum korban dibunuh, Ia janjian dengan pelaku sepulang sekolah.
Korban dibonceng pelaku ke tempat wisata yang sekarang menjadi TKP.
Motif pelaku pun terungkap, awalnya pelaku cemburu terhadap korban dan menuduh korban memiliki pacar lagi.
Pertemuan hari itu dalam rangka klarifikasi korban dengan pelaku. Kemudian berkembang dengan keinginan pelaku untuk berhubungan badan dan ditolak korban.
Polisi masih mendalami kasus ini, mengingat pelaku masih berusia remaja dan pengakuannya masih berubah-ubah.
***