Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Meski Bilang Sudah Terlacak, Hingga Hari Ini Hacker Bjorka Belum Bisa Ditangkap

Tim Suara Pantura 01•
Nasional

SuaraPantura.com - Pemerintah melalui Menkopolhukam, Mahfud MD dalam konferensi persnya pada Rabu, 14 September 2022 mengatakan sudah mengidentifikasi sosok Hacker Bjorka melalui kinerja tim yang sudah dibentuk.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa informasi detailnya belum bisa diungkapkan ke publik.

"Gambaran pelaku sudah teridentifikasi dengan baik oleh BIN dan Polri. Tetapi belum bisa diumumkan," Ungkap Mahfud.

Mahfud menambahkan bahwa gambaran sosok Hacker Bjorka sudah terlacak.

" Gambaran-gambaran siapa dan di mananya itu kita sudah punya alat untuk melacak itu semua" tambahnya.

Namun hingga hari ini, Kamis 15 September 2022 Hacker Bjorka belum juga bisa ditangkap.

Hingga di masyarakat muncul sendiri desas-desus siapa dibalik hacker bjorka.

Bahkan ada salah satupemuda di Cirebon yang sempat dikira merupakan sosok di balik hacker bjorka.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

melalui salah satu unggahan di akun Instagram, @volt_anonym dan @voltcyber_v2 beredar kabar sosok hacker Bjorka diduga merupakan seorang remaja berusia 17 tahun bernama Muhammad Said Fikriansyah.

Pemilik akun @volt_anonym juga menyebutkan jika data yang dibobol oleh Hacker Bjorka dari Kominfo bukanlah sebanyak 133 miliar, namun hanya 200 data.

Dari data yang 200 itu, kemudian diperbanyak oleh Bjorka menjadi 133 miliar dan ini sama saja seperti data dump alias sampah.

“Seolah-olah data yang mereka (Bjorka) curi itu sebanyak 133 Miliar. Padahal ya cuma 200 an saja dan itu pun data dump (sampah) kadaluarsa,” kata akun @volt_anonym, pada Rabu 14 September 2022.

Diketahui, Muhammad Said Fikriansyah yang mendadak viral itu bekerja sebagai editor dalam pembuatan video dan tinggal di sebuah gang kecil yang berlokasi di desa kecil bernama Klayan, Gunungjati, Cirebon.

Semenjak beredar tudingan sebagai Bjorka yang dialamatkan kepada dirinya, Muhammad Said Fikriansyah buka suara.

Ia menyangkal jika ia bukanlah Bjorka seperti yang disangkakan.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

“Saya tidak ada sangkut pautnya dengan Hacker Bjorka dan saya bukan siapa-siapa dari kelompok mereka,” kata Muhammad Said Fikriansyah, sebagaimana yang diunggah kembali di akun Instagram @volt_anonym.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kabar tersebut.

Sementara itu seorang Ahli IT dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Ridi Ferdiana menilai pemerintah tak perlu repot mencari keberadaan hacker Bjorka.

Ridi menyoroti tajam upaya pemerintah membuat tim darurat pengamanan data untuk melacak Hacker Bjorka.

Menurutnya, pemeritah tidak perlu repot melacak identittas hacker. Namun, ia menyarankan agar pemerintah lebih berkonsentrasi terhadap penguatan keamanan siber.

Selain itu disarankan pada tim khusus untuk lebih gencar melakukan edukasi pada masyarakat dan institusi pemerintah untuk memiliki budaya penyimpanan data secara aman.

Dosen Departemen Teknik Elektro dan TI Fakultas Teknik UGM tersebut menambahkan jika sistem perlindungan data tidak selamanya mampu menangkal serangan siber seperti yang dilakukan hacker Bjorka saat ini.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Menurutnya, sistem keamanan harus dilakukan pembaruan seiring pesatnya perkembangan teknologi dari hari ke hari.

"Sistem perlindungan data di sistem manapun tidak akan tahan peluru di lekang zaman,” ujarnya.

“Artinya aman kemarin bukan berarti aman hari ini," imbuhnya.

Lantas, bagaimana upaya yang bsia dilakukan individu untuk mengamankan data pribadi dari peretasan? Ridi menjelaskan masing-masing individu bisa mulai lebih peduli dengan apa yang dibagikan di sosial media, seperti berkas, data pribadi, foto atau pesan instan.

Selain itu, hindari mengisi informasi secara sembarangan seperti pada survei, sistem informasi maupun aplikasi yang belum jelas kebijakan privasi dan datanya.

Kemudian menggunakan password yang kuat atau sulit ditebak seperti membuat password minimal 8-12 karakter dan ganti password berkala setiap 2-3 bulan.

Tak kalah penting, meengaktifkan MFA (Multi Factor Authentication). Aktivasi MFA akan mempersulit peretas mengambil data pribadi Anda.
***

Tags:
#mahfud md#menkopolhukam#bisa#ditangkap#belum#hacker#bjorka
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…