SuaraPantura.com - Baru baru ini viral Sebuah Tenda tersambar petir di tempat wisata alam Bukit Waruwangi, Kabupaten Serang.
Tenda tersambar petir tersebut berisi muda mudi yang sedang menikmati suasana alam di tempat itu.
Akibat tenda tersambar petir itu, satu orang dikabarkan tewas di tempat yakni korban atasnama Ikhwanul Muslimin (19).
Nah berikut ini kita sajikan Proses Terjadinya Petir dan Cara Menghindari Bahayanya.
Proses Terjadinya Petir dan Cara Menghindari Bahayanya ini sangat penting bagi kita yang memasuki kawasan rawan sambaran petir.
Adapun Proses Terjadinya Petir dan Cara Menghindari Bahayanya adalah sebagai berikut :
Proses terjadinya petir secara singkat antara awan dan bumi dapat terjadi kapan saja , petir terjadi karena adanya perbedaan potensial yang menyebabkan terjadinya lompatan ion.
Namun, pada saat cuaca mendung dimana awan begumpal dan pergerakan awan yang cepat membuat adanya gesekan-gesekan air dan menyebabkan ion-ion listrik di awan menjadi lebih aktif. Sehingga mereka akan berkumpul sesuai muatannya.
Yang positif akan berada di bagian ujung awan yang berada di bawah atau sebaliknya. Semakin lama muatan listrik semakin banyak yang berkumpul dan ion-ion sejenis menjadi semakin besar sehingga menyebabkan perbedaan potensial yang semakin besar pula.
Selanjutnya ion-ion ini akan berusaha untuk mencari keseimbangannya (kembali) dengan mencari penetralnya. Jika ion positif akan mencari penetralnya, ion negetif. Dan ion negative penetralnya adalah ion positif.
Pada saat itulah terjadi lompatan muatan listrik yang kita sebut petir.
Selanjutnya yang terjadi dalam proses terjadinya petir secara singkat ini , untuk mencari tempat yang dapat menetralkan muatannya ini, ion akan mencari tempat yang paling mudah.
Lompatan muatan listrik awan ini dapat terjadi di dalam awan itu sendiri, atau antara kedua ujung yang berada di satu awan, atau antara awan yang satu dengan yang lainnya, atau antara ion awan dan ion bumi. Bumi dapat menjadi pilihan karena bumi bersifat netral dan dapat menetralisir muatan listrik awan.
Jika muatan listrik awan sedemikian besar, sehingga ion-ionnya berada dekat dengan bumi, maka lompatan muatan listrik ke bumi akan lebih mudah sehingga terjadilah petir. Ion-ion ini akan menyambar apa saja yang dapat menjadi penghantarnya, sekalipun bukan logam.
Beberapa Tips yang aman saat hujan :
1. Hindari berada dikawasan puncak gunung aktif mengingat potensi sambaran petir lebih besar karena banyak mineral besi di kawahnya
2. Hindari berlindung di bawah pohon mengingat petir akan menyambar objek tertinggi di suatu wilayah, tak terkecuali pohon. Ketika petir menyambar pohon, aliran listrik dari sambaran petir akan mengalir ke tanah dan membahayakan manusia yang berada di bawahnya.
3. Hindari berada di area padang rumput yang luas, puncak, atau punggungan gunung yang terbuka. usahakan untuk mencari tempat berlindung atau dirikan tenda di celah-celah tebing sehingga potensi terhindar dari tersambar petir dapat lebih maksimal
4. Matikan peralatan komunikasi Matikan segala peralatan elektronik yang mampu memancarkan ataupun menerima gelombang, seperti telepon genggam, handy talky (HT), GPS, ataupun radio. Gelombang pada peralatan komunikasi tersebut akan memancing petir untuk mengalirkan sambarannya ke benda - benda tersebut.
5. Melepaskan peralatan berbahan metal mengingat bahan ini berbahaya karena berpotensi menghantarkan listrik sekaligus mampu menangkap kilat.
6. Ketika harus tetap melangkah , buatlah jarak antar tiap anggota di dalam grup pendakian, jangan terlalu berdekatan. Buatlah sedikit jarak, agar jika salah seorang tersambar petir, maka sambaran petir tidak akan mengenai anggota rombongan lainnya, sehingga anggota rombongan yang selamat dapat memberikan pertolongan
Demikian proses terjadinya petir dan cara menghindari bahayanya.
Semoga bermanfaat.
***