SuaraPantura.com - Peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Disaster Malang sangat menjadi perhatian banyak publik khususnya di Indonesia.
Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi sepak bola yang sangat mengerikan di Indonesia karena banyak sekali memakan banyak korban. informasi yang didapat dari media, total sudah 127 korban jiwa dalam peristiwa ini.
Sebelumnya, laga Arema VS Persebaya dimulai sabtu (01/10/2022) pukul 20.00 WIB di stadion Kanjuruhan Disaster Malang yang berlangsung sengit. Akan tetapi tuan rumah (Arema FC) mengalami kekalahan 2-3 dari Persebaya.
Yang sangat disayangkan dari peristiwa ini adalah adanya penggunaan gas air mata oleh anggota keamanan di Stadion untuk mengamankan para suporter.
Sepak bola Indonesia sudah menyalahi aturan, FIFA sudah melarang penggunaan gas air mata didalam stadion. FIFA sudah menulis dalam hal ini "crowd control gas" aturan/himbauan terkait bagaimana cara mengatasi invasi suporter ke area lapangan.
Berikut ini beberapa efek yang didapat dari gas air mata :
Efek Gas Air Mata Pada Mata
Seseorang yang terkena gas air mata, dapat mengalami gejala sebagai berikut:
- Mata berair
- Mata gatal
- Mata terasa terbakar
- Luka bakar di area mata
- Pandangan kabur
- Kebutaan
Efek Gas Air Mata Pada Pernapasan
Menghirup gas air mata bisa menyebabkan iritasi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Akan lebih berbahaya lagi jika seseorang memiliki gangguan pernapasan yang terkena gas air mata. Berikut dampak dari gas air mata bagi pernapasan:
- Rasa terbakar dan gatal di tenggorokan
- Kesulitan bernapas
- Batuk
- Dada sesak
- Mual
- Muntah
- Gagal napas
Dalam perintiwa ini gas air mata memiliki konsentrasi tinggi jika di ruang tertutup atau untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kematian.
Inilah yang menjadikan FIFA melarang keras dalam penggunaan gas air mata, karena berdampak buruk bagi yang menghirup gas tersebut karena dapat menyebabkan kematian.***