SuaraPantura.com - Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Disaster, Malang sangat menjadi perhatian banyak publik khususnya di Indonesia.
Salah satunya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD angkat bicara soal tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Menko Polhukam Mahfud MD menerangkan bahwa tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, jawa Timur itu sebelumnya sudah diusulkan agar pertandingan dimajukan pada sore hari dan juga jumlah penonton diminya untuk disesuaikan.
"Jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion, yakni 38.000 orang. Tapi, usulan-usulan itu tidak dilakukan oleh panitia yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam hari dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000 ribu," katanya dalam pesan singkat, Minggu (2/10).
"Perlu saya tegaskan bahwa tragedi di Stadion Kanjuruhan itu bukan bentrok antar suporter Persebaya dan Arema. Korban meninggal umumnya karena berdesak-desakan (stadion terlalu penuh), saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas." lanjut Mahfud.
Melansir dari wikipedia.org berdasarkan informasi yang didapat, Stadion Kanjuruhan dibangun sejak tahun 1997 dan diresmikan pada tanggal 09 juni 2004 oleh presiden. Adapun data teknis kapasitas di Stadion Kanjuruhan, Malang dapat menampung penonton dengan kapasitas 42.449 orang.
Sebelumnya, laga Arema VS Persebaya dimulai sabtu (01/10/2022) pukul 20.00 WIB di stadion Kanjuruhan Disaster Malang yang berlangsung sengit. Akan tetapi tuan rumah (Arema FC) mengalami kekalahan 2-3 dari Persebaya.
Akibat kekalahan ini setelah pertandingan berakhir, suporter Arema merasa kecewa dan diantara mereka sampai turun ke lapangan hingga sampai menimbulkan kericuhan yang tidak terbendung pada akhirnya menimbulkan banyak korban jiwa dalam kejadian ini.***