Akibat Salahi Aturan FIFA, Indonesia Terancam Dibekukan Selama 8 Tahun. Gimana Indonesia Tanpa Sepak Bola?
Tim Suara Pantura 03•
Nasional
SuaraPantura.com - Peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang menjadi salah satu peristiwa sepak bola yang tidak akan pernah terlupakan di Indonesia, pasalnya peristiwa ini memakan banyak korban mencapai ratusan orang meninggal dunia.
Atas kejadian ini pihak FIFA Indonesia sudah mendegar dan mengecam akan memberikan hukuman bagi Indonesia dengan dibekukanya sepak bola Indonesia selama 8 tahun.
Sebelumnya, laga Arema VS Persebaya dimulai sabtu (01/10/2022) pukul 20.00 WIB di stadion Kanjuruhan Disaster Malang yang berlangsung sengit. Akan tetapi tuan rumah (Arema FC) mengalami kekalahan 2-3 dari Persebaya Surabaya.
Akibat kekalahan ini setelah pertandingan berakhir, suporter Arema merasa kecewa dan diantara mereka sampai turun ke lapangan hingga sampai menimbulkan kericuhan yang tidak terbendung pada akhirnya menimbulkan banyak korban jiwa dalam kejadian ini. kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta.
Yang menjadi perhatian penting adalah adanya penggunaan gas air mata yang diakukan oleh anggota pengamanan untuk mengamankan para suporter. Dimana FIFA sudah melarang penggunaanya didalam stadion.
FIFA sudah menulis dalam hal ini "crowd control gas" aturan/himbauan terkait bagaimana cara mengatasi invasi suporter ke area lapangan.
FIFA, Akibat Kejadian Arema VS Persebaya. Indonesia Terancam Dibekukan 8 Tahun dari Dunia Sepak Bola — twitter @FaktaSepakbola
Kabar penggunaan gas air mata didalam Stadion merupakan pelanggaran kode keamanan FIFA.
Didalam FIFA Stadium Safty and Security Regulation pasal 19 jelas disebutkan bahwa penggunaan gas air mata dan senjata api dilarang untuk mengamankan massa dalam stadion.
bahkan dalam pasal tersebut juga disebutkan bahwa kedua benda ini dilarang dibawa masuk kedalam stadion.
kabar terakhir wakil FIFA Indonesia mengecam akan membekukan kompetisi sepakbola di Indonesia selama 8 tahun, yang mana ini akan memberikan efek jera kepada seluruh pelaku sepak bola di Indonesia agar bisa instropeksi diri untuk berubah.