SuaraPantura.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo turut menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022.
Kejadian itu dipicu oleh kekalahan Arema FC atas Persebaya dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023, mengakibatkan 125 orang menjadi korban jiwa dan 300 orang lebih mengalami luka-luka.
“Menyampaikan dukacita mendalam atas korban jiwa 125 orang lebih dan juga korban luka-luka dalam kerusuhan tersebut, dan meminta pihak kepolisian berkoordinasi dengan pihak rumah sakit yang menangani korban, guna memberikan kepastian jumlah korban,” kata Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di Jakarta, Senin 3 oktober 2022.
Ketua MPR RI yang akrab disapa Bamsoet ini juga meminta pemerintah melalui Kepolisian untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan tersebut, dengan mengungkap latar belakang terjadinya kerusuhan, kedua memastikan jumlah korban, ketiga mengusut siapa yang memerintahkan penembakan gas air mata, ke empat secara terbuka menjelaskan kepada ke masyarakat siapa yang bertanggungjawab terhadap kasus tersebut.
“Kelima pihak kepolisian harus tegas menerapkan sanksi hukum sesuai hukum positif yang berlaku kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran hukum atau tindak pidana dalam kejadian dimaksud,” ujarnya.
Selain itu, Ketua MPR RI Bamsoet mendorong agar pemerintah melalui pemerintah daerah memberikan santunan baik kepada korban meninggal dunia maupun korban luka-luka yang sekarang dalam perawatan ataupun kepada keluarga yang sanak keluarganya menjadi korban meninggal dunia.
“Meminta pemerintah melalui Kemenpora, PSSI, dan Panitia Liga Sepak bola Indonesia melakukan langkah antisipasi dan pembenahan tata kelola dunia sepak bola ke depannya, agar menjadi lebih tertib dan baik, termasuk terhadap koordinator supporter tim sepak bola agar dapat menjaga sikap untuk memberi image baik dunia sepak bola Indonesia di mata internasional,” harapnya.***