Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Pengamat Sepakbola Bung Kusnaeni : Publik Tidak Tergesa-gesa Membuat Penilaian dan Biarlah TGIPF Ungkap ini..

Tim Suara Pantura 03•
Nasional

SuaraPantura.com - Pasca pertandingan Liga 1 antara Arema FC Malang kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu 1 Oktober 2022 malam lalu, yang ricuh hingga menewaskan 178 orang mendapat perhatian dari Komentator sepak bola Mohamad Kusnaeni atau yang akrab dipanggil Bung Kusnaeni.

Ia meminta publik tidak tergesa-gesa membuat penilaian dan memberi waktu kepada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) mengungkap kebenaran dan menjadikan itu momentum persatuan dan kebangkitan dalam rangka memperbaiki tata kelola kompetisi sepak bola di tanah air.

Menurutnya, terkait Tragedi Kanjuruhan itu, sebaiknya publik tidak tergesa-gesa membuat penilaian. Terlebih membebankan kesalahan kepada pihak tertentu yang tidak terkait langsung dengan pertandingan.

"Sebaiknya kita tunggu hasil investigasi dari Tim Pencari Fakta yang baru saja dibentuk. Biarkan mereka bekerja untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Publik tidak perlu tergesa-gesa membuat penilaian, apalagi membebankan kesalahan pada pihak tertentu yang tidak terkait langsung dengan pertandingan," katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin 3 Oktober 2022.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Yang jelas, lanjutnya, setiap kegiatan tentu ada penanggung jawabnya. Termasuk pertandingan sepak bola, sangat jelas ada panitia pelaksana (Panpel) yang dibentuk oleh masing-masing klub tuan rumah.

"Panpel inilah yang mengurus semuanya di lapangan. Termasuk mengurus perizinan, penjualan tiket, dan sebagainya. Nah, kita tunggu bagaimana nanti Tim Pencari Fakta mengungkapkan itu. Apakah Panpel sudah melaksanakan rekomendasi atau izin yang diberikan terkait pertandingan? Misalnya, soal jumlah tiket yang dijual, personil keamanan, dan seterusnya," urainya.

"Panpel tentu hanya sebagian kecil dari mata rantai kompetisi ini. Nanti juga perlu ditelusuri bagaimana peran pihak-pihak lain yang juga terkait pertandingan ini. Misalnya perangkat pertandingan, petugas keamanan, operator kompetisi, dan lain-lain," tambahnya lagi.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Pria kelahiran Cirebon ini menilai, dalam sebuah pertandingan baik pertandingan sepakbola dan lainnya banyak pihak-pihak yang terkait yang kemudian memiliki tugas dan fungsinya masing-masing.

"Banyak sekali yang terlibat dan terkait dalam pelaksanaan pertandingan. Masing-masing memiliki tugas dan fungsi.
Saya kira itulah nanti yang akan diungkap oleh Tim Pencari Fakta. Biarkan mereka melakukan tugasnya dengan leluasa tanpa tekanan," imbuhnya.

Ia kembali meminta kepada publik juga untuk melakukan instrospeksi agar tak terlalu mudah menyalahkan pihak-pihak tertentu. Ia berharap kejadian Stadion Kanjuruhan dijadikan momen untuk bersatu dalam rangka memperbaiki tata kelola kompetisi sepakbola tanah air.

5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak
Baca Juga · Nasional
5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak

"Sementara publik sendiri, saya kira pikir yang terbaik saat ini adalah menunggu sambil introspeksi ke dalam. Jangan-jangan sikap terlalu gampang menyalahkan itu, ikut andil menciptakan situasi tidak kondusif dalam persepakbolaan Indonesia," himbaunya.

"Insiden Kanjuruhan harus kita jadikan momentum persatuan dan kebangkitan. Bersatu memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam tata kelola kompetisi sepak bola nasional," pungkasnya.***

Tags:
#malang#sepak bola#persebaya#arema fc#liga 1#surabaya#mohamad kusnaeni#stadion kanjuruhan#tragedi kanjuruhan#insiden kanjuruhan#tim gabungan independen pencari fakta
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…