SuaraPantura.com - PSSI telah melaksanakan konferensi pers terkait tragedi di Stadion Kanjuruan dalam hal ini disampaikan oleh Komisi Disiplin PSSI Erwin Tobing.
Tragedi Kanjuruhan ini terjadi setelah pertandingan Arema FC vs Persebaya pada Sabtu, 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan. Dimana pertandingan ini tuan rumah (Arema FC) alami kekalahan 2-3 atas Persebaya Surabaya.
Karena kekalahan Arema FC tersebut, para suporter kesewa dan turun ke stadion. Ditambah lagi dengan pihak keamanan yang melakukan pemukulan dan tembakan gas air mata dari pihak kepolisian, situasi menjadi tak terkendali. Akibatnya banyak korban jiwa sebanyak 180 orang dalam Tragedi Kanjurhuan ini.
Atas kejadian ini, Komisi Disiplin PSSI Erwin Tobing telah melaksanakan konferensi pers dan memberikan hukuman kepada Arema FC dan panpel Abdul Haris.
1. Arema FC Dilarang Jadi Tuan Rumah
"Dari hasil sidang kami kepada klub Arema FC dan panitia pelaksana (badan pelaksana) keputusannya adalah dilarang menyelenggarakan laga dengan penonton sebagai host tuan rumah dan harus dilaksanakan di tempat yang jauh dari homebase Malang. Jaraknya 210 kilometer." kata Erwin Tobing.
2. Arema FC Kena Sanksi Denda 250 Juta
"Arema FC kena sanksi denda Rp 250 juta. Pengulangan pelanggaran terhadap pelanggaran di atas adalah sanksi yang lebih berat. Ini adalah hasil sidang terhadap badan pelaksana." kata Komisi Disiplin PSSI
3. Ketua Panpel, Abdul Haris Gagal Antisipasi Kejadian
"Kemudian panpel yakni Ketua Saudara Abdul Haris Ketua Panpel. Dia bertanggung jawab kelancaran event ini dia harus jeli, cermat, dan kemungkinan yang terjadi. Tapi ketua panpel tidak melaksanakannya karena tidak siap.
Gagal mengantisipasi kerumunan orang datang. Padahal punya steward. Ada harus yang disiapkan, pintu yang harusnya dibuka malah ditutup. Itu yang menjadi perhatian, baik itu penerangan juga.
4. Abdul Haris Dihukum Seumur Hidup Tak Boleh Berkiprah di Sepak Bola Indonesia
Abdul Haris mendapat hukuman berat dari Komisi Disiplin PSSI. Saudara Abdul Haris sebagai ketua panpel Arema tidak boleh beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup," kata Erwin Tobing menambahkan.***