SuaraPantura.com - Beberapa waktu lalu, usai laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang muncul video yang bikin viral dimana aksi anggota TNI tendang suporter Arema FC yang masuk ke dalam lapangan Stadion Kanjuruhan.
Hal itu yang membuat Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa marah dan akan mengusut tuntas dan mengintruksikan untuk memproses anggota TNI tersebut.
Karena mendapat kecaman dari masyarakat dan Jenderal Andika Perkasa, anggota TNI yang videonya sempat viral mendatangi rumah korban, dan ingin melakukan permintaan maaf.
Didampingi oleh Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal Nurchahyanto, anggota TNI tersebut mendatangi korban dan meminta maaf langsung kepada korban dan keluarganya.
Pada saat dirumah korban, Pangdam Nurchahyanto menceritakan pada saat kejadian itu, dia menampilkan videonya dan bertanya kepada anggotanya.
"Pada saat kejadian itu, video ini saya tampilkan didepan anggotanya, lalu bertanya ini siapa yang nendang?"
"Siap ndan saya siap salah" dengan kesatrianya anggota TNI tersebut menjawab.
Setelah mengakui kesalahanya, anggota TNI yang melakukan tendangan ke suporter Arema itu pun mengunjungi keluarga korban dan meminta maaf serta siap bertanggungjawab atas perbuatanya.
"Pengen nggeh ketemu kaleh panjenengan, kulo khilaf kulo minta maaf" ucap permohonan maaf anggota TNI tersebut kepada korban dan keluarga.
Dalam suasana penuh keakraban, pihak keluarga korban menerima kedatangan anggota TNI, dan permohonan maaf dari anggota TNI diterima secara kekeluargaan.
Akan tetapi tidak terlepas dari perbuatan dan sudah mengakui kesalahanya, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Arh Hamim Tohari mengatakan, prajurit tersebut tetap diproses hukum untuk mendalami kesalahan mereka dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.***