SuaraPantura.com - Berikut ini adalah update tragedi Kanjuruhan yang telah memakan banyak memakan ratusan korban baik yang meninggal maupun luk-luka.
Kali ini Mahfud MD mengungkapkan fakta dari pantauan 32 CCTV, Ia menyataka bahwa proses jatuhnya korban lebih mengerikan daripada yang ada di TV maupun Media Sosial.
"Fakta yang kami temukan, korban yang jatuh, proses jatuhnya korban itu lebih mengerikan dari yang beredar di Televisi maupun di Medsos," ungkap Mahfud MD seperti dikutip Suara Pantura dari video @lagi.viral pada Sabtu, 15 Oktober 2022.
Mahfud menjelaskan, bahwa pihaknya mengetahui itu setelah merekonstruksi kejadian dari 32 CCTV yang ada di lokasi.
Bahkan Mahfud MD menceritakan ada yang sedang memberi bantuan pernafasan pada rekannya yang sudah terkapar kemudian terkena semprotan gas air mata kemudian mati.
"Ada yang sedang memberi bantuan pernafasan, kemudian kena semprot, mati" terang Mahfud.
Sebelumnya, Kerusuhan terjadi dalam laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan.
125 orang dikabarkan tewas termasuk 2 polisi yang melakukan pengamanan disana.
Hal ini disampaikan oleh Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta kepada wartawan di Polres Malang pada Minggu, 2 Oktober 2022.
" Meninggal 125 orang, dua diantaranya anggota polri," ungkap Kapolda.
Kapolda menambahkan korban meninggal di tempat kejadian stadion Kanjuruhan sebanyak 34 orang, sementaran yang lainnya meninggal saat proses pertolongan.
Kejadian bermula saat detik-detik akhir pertandingan yakni saat tim Arema FC kalah dari Persebaya di laga tersebut.
Suporter Arema merangsek masuk ke stadion, namun langsung dihalau gas air mata oleh petugas.
Hal ini menyebabkan para suporter panik dan berlarian ke segala arah yang menyebabkan ratusan orang terinjak.
***