SuaraPantura.com - Sudah beberapa hari ini media sosial diramaikan dengan sebuah video wanita kebaya merah atau video kebaya merah.
Bahkan Video kebaya merah atau video wanita kebaya merah sempat tranding di Twitter, tak hanya itu media di Google pencarian juga dipenuhi oleh kata kunci video wanita kebaya merah atau video kebaya merah.
Dalam video mesum tersebut berdurasi 16 menit, dimana pemeran perempuan mengaku masih berusia 24 tahun.
Kedua pemeran menggunakan topeng dan di ketahui lokasi pembuatan video mesum dilakukan di sebuah hotel.
Pemeran video tersebut diduga merupakan seorang wanita yang berada di Provinsi Bali.
Saat ini pihak Polda Bali masih terus mencari tau dari mana asal video tersebut, dan dimana lokasi video kebaya merah berasal.
Pemeran perempuan dalam video wanita kebaya merah dicurigai merupakan influenser lokal dari Bali.
Saat ini Kepolisian Polda Bali telah mengumpulkan data dan analisa wajah pemeran video kebaya merah.
Dit Reskrimsus Polda Bali juga mengatakan video kebaya merah atau video wanita kebaya merah bukan berasal dari bali.
"Hasil penyelidikan Dit Reskrimksus video itu tidak dilakukan di Bali. Kalau kita hanya melihat dari pakaian baju kebaya yang digunakan pemeran perempuan tidak bisa juga kita bilang mereka orang Bali atau video itu terjadi di Bali," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, Jumat, 4 November 2022.
Kombes Pol Satake Bayu menambahkan, sampai saat ini Dit Reskrimsus masih melakukan penyelidikan video mesum tersebut.
Jika melihat pakaian dari pemeran perempuan tersebut kebanyakan orang beranggapan video mesum itu dilakukan di Bali.
"Lokasinya belum pasti dan intinya di luar Bali. Makanya, kita tetap upaya penyelidikan dan posisinya nanti dimana, kita sampaikan ke pihak kepolisian yang ada di situ," ucap Kombes Pol Stefanus.
Untuk membaca berita Suara Pantura lainya silahkan klik link BACA BERITA.***