SuaraPantura.com - Kisah haru datang dari serorang ibu di daerah Tuban, Jawa Timur.
Pasalnya, srorang ibu tersebut mengumumkan akan menjual ginjalnya untuk menyelamatkan masa depan anaknya yang terlilit hutang ratusan juta di pinjaman online atau pinjol.
Diketahui Sehari-hari, sang ibu mencari nafkah sebagai tukang gorengan. Sementara suaminya sudah meninggal 1 tahun lalu.
Niat ibu berinisial ER itu tak main-main. Dia sampai duduk di pinggir Jalan Basuki Rahmat, Tuban dengan membawa sebuah poster bertuliskan 'Dijual Ginjal'. Di poster itu dia juga mencantumkan nomor teleponnya.
Lantaran aksinya itu, ER dibawa ke kantor Dinsos Tuban. Di sana dia mendapatkan pengarahan.
Sambil membawa banner lengkap dengan nomor telepon, wanita paruh baya tersebut sempat diamankan oleh petugas Dinsos P3A PMD Kabupaten Tuban untuk dimintai keterangan.
Aksi nekat ER dipicu anak keduanya yang terlilit utang pinjaman online hingga puluhan juta rupiah. Tak berhenti sampai di situ, pria berusia 31 tahun itu kembali meminjam utang sekitar Rp50 juta melalui program kredit usaha rakyat (KUR) BRI Tuban dengan jaminan BPKB motor, serta meminjam uang di koperasi, dan lain sebagainya.
Menurut penuturannya, utang sang anak digunakan untuk bisnis investasi. Nahasnya, uang tersebut habis karena investasi tersebut bodong.
“Terpaksa ingin menjual ginjal saya ini, untuk bayar utang anak-anak saya yang hampir mencapai Rp200 juta. Saya sendiri tahu jika jual ginjal itu dilarang,” ungkap ER, Senin, 21 November 2022.
***