5 Fakta Mengerikan Sesar Lembang. Berpotensi Gempa Besar di Bandung Jawa Barat, Selengkapnya..
Ulul Abshar•
Nasional
SuaraPantura.com - Beberapa hari terakhir, media Sosial Tiktok dihebohkan dengan kabar terkait Sesar Lembang yang akan memberikan dampak gempa di daerah Bandung dan sekitarnya.
Dilansir dari akun TikTok @ensipediais Sesar Lembang disebut berpotensi menyebabkan gempa berskala besar di wilayah Bandung Jawa Barat.
Hal inilah yang membuat rasa was-was masyarakat di wilayah Bandung dan sekitarnya terkait dengan adanya isu gempa yang cukup besar.
Lalu apa itu Sesar Lembang? Seberapa mengerikannya Sesar Lembang? Berikut ini fakta mengenai Sesar Lembang yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber.
Sesar Lembang adalah sebuah patahan geser aktif yang terletak di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
1. Panjang Bentangan Sesar Lembang
Menurut pakar ahli Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Irfan Meilano mengatakan, sesar atau patahan Cimandiri itu posisinya berdekatan dengan Sesar Lembang.
Irfan juga menjelaskan jika Sesar Cimandiri membentang dari selatan Sukabumi hingga ke Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat, yang tak jauh dari posisi Sesar Lembang.
"Itu (sesar) dimulai dari selatan Sukabumi, Palabuhanratu, masuk ke Kota Sukabumi, Selatan Cianjur, bergerak sampai daerah Rajamandala Bandung Barat, dan sangat dekat dengan Sesar Lembang," ungkap Irfan, Selasa 22 November 2022.
Lebih lanjut ia mengatakan, bentangan sesar tersebut cukup panjang dan bukan hanya satu sesar.
"Jadi cukup panjang, tapi terbagi dalam beberapa segmen, bukan satu sesar yang panjang, tapi terbagi ke beberapa bagian," imbuhnya.
Dikutip dari wikipedia, diketahui panjang bentang Sesar Lembang memanjang dari Padalarang hingga Jatinangor yang kira-kira memiliki jarak sekitar 29 Km.
2. Pergeseran Sesar Cimandiri Bisa Memicu Sesar Lembang
Akibat adanya aktivitas pergeseran yang terjadi pada Sesar Cimandiri bisa saja menimbulkan dan memicu pergerakan dari Sesar Lembang.
"Itu tidak kita harapkan, tapi yang kami pahami ada sebuah gempa yang kemudian menambahkan tegangan dibidang gempa lain, tapi tidak harus menghasilkan gempa baru," kata Irfan.
Irfan menyebut jika kekuatan gempa dari Sesar Lembang bisa berpotensi lebih besar dari pada Sesar Cimandiri. Oleh sebab itu, ia mengatakan jika masyarakat tetap perlu waspada.
"Kewaspadaan itu penting ya. Tanpa adanya gempa Sesar Cimandiri, potensi di Lembang sudah ada. Tapi bukan berarti sudah ada gempa, giliran di Lembang, tidak seperti itu," ucap Irfan.
3. Sesar Lembang Mengintai kawasan Kota Bandung
Situs resmi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang ditulis pada 2018, menerangkan bahwa Sesar Lembang bisa kapan saja bergeser dan menyebabkan gempa dahsyat.
Hal tersebut dijelaskan oleh Peneliti Senior LIPI, Danny Hilman pada acara Bincang-Bincang Sesar Lembang yang digelar pada tahun 2018 silam.
"Jika melihat peta (dampak), gempa goncangan hingga ke Kota Bandung itu setara 8-9 MMI (Modified Mercallli Intensity) atau bahkan lebih. Itu setara dengan gempa Lombok," tuturnya.
Sementara itu, jarak Kota Bandung berada sekitar 5-15 km dari Sesar Lembang. Selain itu kondisi Kota Bandung yang merupakan cekungan endapan danau purba yang bersifat lunak bisa memperparah dampak yang ditimbulkan.
"Kalau bicara kapan, paling cepat itu Sesar Lembang bergerak 500 tahun sekali. Yang jadi pertanyaan kapan 500 tahun itu kita belum tahu. Sehingga kewaspdaan tetap harus ada," kata dia.
4. Sesar Lembang aktif dan terus dipantau
Para peneliti juga telah memastikan bahwa Sesar Lembang membentang sepanjang 29 km dan sebagai sesar aktif. Pergerakan Sesar Lembang hingga 4 milimeter per tahun.
Kota Bandung merupakan daerah yang diperkirakan akan mengalami kerusakan terbesar yang disebabkan gempa yang bisa sewaktu-waktu terjadi.
Dari penelitian para ahli mengatakan jika sesar ini aktif dan memiliki riwayat gempa yang sebaiknya menjadi perhatian serius semua pihak.
Pada penelitian yang dilakukan oleh tim Geodesi ITB di tahun 2016 melalui pantauan GPS dikatakan adanya pergerakan geser dengan kecepatan 4 milimeter per tahun.
Aktifnya Sesar Lembang ini memang perlu diwaspadai dan semua pihak harus menyiapkan diri mengantisipasi segala kemungkinan. Pergerakan Sesar Lembaga hingga saat ini masih terus dipantau oleh peneliti.
Itu dia beberapa fakta mengenai Sesar Lembang yang berpotensi menyebabkan gempa di wilayah Bandung Raya.
5. Sesar Lembang Bisa Hasilkan Gempa Besar
Menurut BMKG, patahan (Sesar Lembang) ini bisa menyebabkan gempa berkekuatan sekitar 6,8 hingga 7 Skala ritcher.
Sesar Lembang sendiri terbagi menjadi dua bagian, yakni bagian barat dan bagian timur sehingga gempa yang diakibatkan memiliki skala yang berbeda-beda.
Pergerakkan Sesar Lembang mencapai 3 milimeter/tahun. Akan tetapi, segmen-segmennya memiliki pergerakan tersendiri sehingga pergerakkan Sesar Lembang tidak Sempurna. Meski begitu, kecepatan pergerakan Sesar Lembang selalu berubah-ubah.
Itu dia beberapa fakta mengenai Sesar Lembang yang berpotensi menyebabkan gempa di wilayah Bandung Jawa Barat.
Untuk membaca berita Suara Pantura lainnya silahkan klik BACA BERITA.***