SuaraPantura.com - Anwar Ibrahim terpilih sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia.
Raja Malaysia Sultan Abdullah pada Kamis, 24 November 2022 resmi menunjuk Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri baru di Malaysia.
Ini merupakan penantian panjang setelah Anwar berada di blok oposisi selama bertahun-tahun sejak ia diberhentikan dari UMNO oleh Mahathir Mohamad pada 1998.
Kemudian, Anwar membentuk partai baru bernama Partai Keadilan Rakyat (PKR) sebagai langkah awal reformasi di Malaysia.
Anwar memulai karier politiknya sebagai anggota Organisasi Kebangsaan Melayu Bersatu (UMNO) hingga puncak kejayaannya menjadi Wakil Perdana Menteri Malaysia di bawah pimpinan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.
Pada tahun 1999, ia divonis hukuman penjara untuk tuduhan korupsi dan sodomi; Mahkamah Federal Malaysia kemudian membatalkan semua vonis atasnya dan Anwar dibebaskan dari penjara pada tahun 2004.
Setelah dipecat dari UMNO, ia mendirikan Partai Keadilan Rakyat, sebuah partai oposisi di Malaysia, dan memimpin koalisi oposisi Pakatan Rakyat dan Pakatan Harapan. Dari 2015 hingga 2018, ia kembali dipidana penjara atas vonis sodomi lainnya.
Ia dibebaskan pada tahun 2018. Setelah koalisi yang ia pimpin memenangkan kursi terbanyak di Parlemen pada pemilihan umum Malaysia 2022, ia diangkat menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-10 pada tanggal 24 November 2022.
Banyak yang belum tahu, ternyata Anwar Ibrahim merupakan sosok pembelajar yang dekat dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Bahkan di tahun 1967, Anwar ikut pengkaderan HMI di Pekalongan, Jawa Tengah. Dia pun mengakui kalau dirinya belajar banyak materi ideologi politik dan strategi di kancah pengkaderan HMI.
“Saya memperoleh manfaat dari HMI karena mengikuti materi ideologi politik dan strategi di Pekalongan. Generasi saya lebih istimewa. Abang-abang saya adalah Nurcholish Madjid, Fahmi Idris, Maríe Muhammad, dan Ekky Syahrudin. Semua hebat-hebat,” katanya saat pelantikan KAHMI Malaysia di tahun 2020.
***