Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Banyak ASN Pemkot Pasuruan Mengeluhkan Kewajiban Membeli Batik Motif Baru

Ulul Abshar•
Nasional

SuaraPantura.com - Launching batik motif baru Kota Pasuruan dan imbauan untuk mengenakan batik tersebut ternyata juga disambut banyaknya keluhan dari internal Pemkot Pasuruan. Hal itu dikarenakan kepala perangkat daerah hingga lurah diwajibkan membeli kain batik tersebut.

Tak sampai di situ, kasak-kusuk di lingkungan Pemkot Pasuruan juga akan mewajibkan pegawai lainnya membeli kain batik tersebut karena di tahun 2023 belum tercantum anggaran pengadaan kain batik motif baru tersebut.

Sebelum launching batik motif baru di Gedung Harmonie, Selasa 29 November 2022, kemarin, para kepala perangkat daerah hingga lurah diwajibkan membeli kain batik yang dibandrol dengan harga Rp 350 ribu itu.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

"Wajib beli dan belinya di PKK. Itu hanya kainnya kalau jahitnya sendiri," kata seorang kepala perangkat daerah yang namanya minta disamarkan.

Masalahnya, bukan pada kewajiban membeli tersebut, tetapi saat ini para ASN juga ada kewajiban mengenakan kebaya, baju koko, sarung hitam tiap Jumat di minggu pertama.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

"Bukan masalah wajib belinya, tapi di saat bersamaan juga ada kewajiban pakai baju adat di Jumat pertama. Yang perempuan beli kebayanya sudah berapa, sepatunya, dan laki-laki beli sarung yang harus hitam," lanjut sumber tersebut.

Rm, seorang pegawai lainnya di lingkungan Pemkot Pasuruan juga menyebut pengadaan kain batik tersebut bukanlah harga asli dari perajin.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

"Lebih murah di perajinnya yang asli seperti di Bugul itu ya," kata pegawai perempuan tersebut.

Bahkan isu adanya pengondisian penjualan kain batik tersebut juga menjadi perbincangan di internal Pemkot Pasuruan. Adanya seorang pejabat eselon III yang bersaudara dengan seorang anggota DPRD Kota Pasuruan, dia juga memiliki butik batik diduga turut serta dalam pengondisian penjualan kain batik tersebut.

"Perajin-perajin batik itu masih belum punya izin lengkap atau ikut e-katalog. Sedangkan si ibu pejabat itu kan sudah punya butik dan ikut e-katalog. Jadi, perintah membeli kain batik jelas akan menguntungkan bagi dia. Sedangkan perajin batik asli dan kecil tetap saja tidak terbantu, "imbuh sumber tersebut.***

Tags:
#pasuruan#batik#asn#dprd#pemkot#launching
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…