SuaraPantura.com - Sempat viral sebuah tenda bernama 'Tenda Sakinah' untuk pasangan suami istri atau pasutri korban gempa cianjur, Jawa Barat.
Dalam hal ini Dede Farhan Kepala Desa setempat, membantah adanya hal tersebut dan hanya sebagai guyonan warga. Adapun fungsi tenda itu sebenarnya adalah Posko Medis.
Kepala Desa Pasir Goong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Dede Farhan, menyebutkan tenda Sakinah untuk kebutuhan biologis untuk pasangan suami istri atau pasutri yang bikin heboh media sosial itu tidak ada di wilayahnya.
Faktanya, kata Dede, adalah tenda tersebut digunakan untuk Posko Medis.
"Itu tidak ada, saya memastikan bahwa di desa ini tidak ada 'Tenda Sakinah'," tegas Dede dikutip Jumat 2 Desember 2022.
"Itu merupakan Posko Medis dan itu selalu digunakan warga dan dokter yang selalu standby di sana untuk berobat," tambahnya.
Sementara itu sang peggagas Tenda Sakinah Ferry Nur El Firdaus mengklarifikasi, Tenda Sakinah yang viral tersebut hanya guyonan.
Ia menyebut, masyarakat korban gempa Cianjur sudah lama di waktu dan tempat yang sama dan kini butuh privasi, misalnya, untuk ibu menyusui.
Dede juga memastikan, tak ada Tenda Sakinah untuk kebutuhan biologis pasangan suami istri atau pasutri korban gempa Cianjur.
"Jangan sampai campur baur laki-laki dan perempuan. Itu kan dalam adat Sunda saja sudah tidak boleh dilakukan. Tenda Sakinah itu tidak ada, itu hanya obrolan masyarakat," tegasnya.
Sebelumnya sebuah tenda bernama Tenda Sakinah, dimana Tenda Sakinah ini didirikan oleh warga di desa Pasir Goong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur Jawa Barat.
Tenda Sakinah ini didirikan khusus untuk aktfitas pasangan suami istri untuk memenuhi kebutuhan biologis.
Karena rumah mereka rusak akibat gempa tersebut warga harus mengungsi di pengungsian. Sehingga Tenda Sakinah didirikan untuk bisa melepas rindu pasangan suami istri sekaligus memenuhi hasrat seksual.***