SuaraPantura.com - Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menanggapi dibentuknya tim ivestigasi oleh Ketum DPP KNPI Haris Pertama yang dilakukan tanpa melalui rapat internal pengurus DPP.
Ketua DPP KNPI menilai Pembentukan tim investigasi bentukan Haris Petama tersebut prematur dan tidak melalui kajian di internal pengurus pusat.
Ketua Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara DPP KNPI Lauritzke Mantulameten, SH menyampaikan bahwa KNPI bukanlah organ taktis yang bisa digunakan untuk melanggengkan kepentingan salah satu kelompok.
"KNPI bukan organ taktis yang bisa digunakan oleh kelompok tertentu untuk melanggengkan kepentingan segelintir orang. Ini adalah upaya untuk merusak citra dan martabat organisasi KNPI," ujarnya di Jakarta, Sabtu 3 Desember 2022.
Demi menjaga nama baik dan keberlangsungan organisasi KNPI, ia meminta kepada Haris Pertama untuk membuka siapa dalang dibalik terbentuknya tim investigasi yang telah merilis polemik WIUP di Maluku-Utara.
"Saya menilai ada pihak yang memiliki konflik bisnis dengan petinggi di Malut, ini sekedar dugaan semoga ini tidak benar. Karena rilis Ketum Haris sangat tendensius terhadap salah seorang oknum di Malut, "tegasnya.
Sebagai bagian dari pengurus yang membidangi sektor pertambangan, Ia merasa tidak dilibatkan dalam kajian dan pembentukan tim investigasi.
"Saya selaku Ketua Bidang Pertambangan, saya tidak mengetahui apa motif dibalik terbentuknya tim investigasi ini, padahal saya adalah pengurus resmi yang dilantik oleh Ketum. Bagi saya ini kejahatan organisasi terhadap individu saya, " tukasnya.
Ia menyebutkan bahwa tupoksi bidang adalah untuk menjalankan agenda organisasi, dan selama ini Ketum Haris dianggap tidak melakukan distribusi kepada bidang terkait untuk melakukan kajian atas isu tersebut.
"Untuk apa ada bidang diorganisasi KNPI jika Ketum selalu mengambil alih setiap isu bidang. Seharusnya Ketum proporsional dalam menanggapi setiap isu. Level Ketum isu nasional, bukan isu lokal seperti WIUP di Malut, " pungkasnya.***