SuaraPantura.com - Bom meledak di Mapolsek Astana Anyar, Bandung Jawa Barat pada Rabu, 7 Desember 2022.
Usai ledakan di tempat kejadian, sempat terjadi dentuman ledakan kedua dari arah Mapolsek Astana Anyar, Bandung.
Diketahui bahwa pelaku membawa dua bom di tubuhnya. Satu diletakan di bagian belakang, satunya lagi diletakkan di bagian depan.
Yang meledak pertama kali adalah komponen bom bagian belakang, sementara bagian depan tidak meledak bersamaan.
Hal ini deijelaskan oleh Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yuri Karsono.
Menurut Yuri, bom yang ada di depan tubuh Agus terpental dan terlepas dari badannya.
Bom yang terpental itu kemudian ditemukan petugas penjinak bom di titik lainnya setelah bom bunuh diri itu terjadi.
"Kalau rekan-rekan dengar, kemarin ada 'disposal' (ledakan kedua), nah itu yang kita 'disposal', karena sifatnya sensitif sehingga kita 'disposal'," ungkap Yuri.
Sementara dari hasil Identifikasi, Polisi berhasil mengungkap identitas pelaku melalui sidik jari dan face recognition sehingga diketahui bahwa sosok pelaku bom di Mapolsek Astana Anyar adalah Agus Sujatno Alias Agus Muslim.
Agus Sujatno (34) berasal dari Kecamatan Batununggal, Kaoba Bandung, Jawa Barat.
Pelaku bom bunuh di Astana Anyar Bandung menyewa kamar kos di Dukuh Blotana RT 07 RW 02, Desa Siwal, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. AS disebut tinggal bersama istrinya.
Tetangga mengungkapkan jika Agus dan istrinya jarang bergaul dan tertutup.
Untuk profesi pelaku sehari-hari sendiri Agus merupakan seorang tukang parkir sekaligus tukang listrik.
Agus sendiri pernah ditangkap atas kasus Bom Cicendo dan sempat dihukum empat tahun dan di bulan September-Oktober 2021. Agus bebas pada September 2021.
***