SuaraPantura.com - Jenis bom yang digunakan oleh pelaku untuk melakukan penyerangan di Mapolsek Astana Anyar Bandung merupakan jenis bom panci.
Bom panci adalah sebuah alat ledak improvisasi yang dibuat dengan memasukkan bahan ledak ke sebuah panci.
Ledakan bom membuat sebagian bangunan di Polsek Astanaanyar rusak. Selain itu satu anggota polisi gugur dan beberapa alami luka-luka.
Bom Panci rakitan yang berjumlah dua buah ini oleh pelaku diletakan di bagian depan dan belakang tubuh pelaku.
Berisi Proyektil Paku
Dilansir dari Antara, Komandan Satbrimob Polda Jawa Barat Kombes Pol. Yuri Karsono menjelaskan, dari hasil olah TKP, bom panci yang dibawa pelaku berisi proyektil paku.
Selain itu, ditemukan pula residu triaceton triperoxide (TATP) dan baterai yang diduga digunakan sebagai pemantik bom.
"Jenis bom yang meledak adalah jenis bom rakitan, dirakit dalam bentuk panci, dan biasa rekan-rekan dengar dengan bom panci," kata Yuri dalam konferensi pers di Polrestabes Bandung, Kota Bandung Jawa Barat, Kamis.
Ledakan Kedua Bom di Mapolsek Astana Anyar
Usai ledakan di tempat kejadian, sempat terjadi dentuman ledakan kedua dari arah Mapolsek Astana Anyar, Bandung.
Diketahui bahwa pelaku membawa dua bom di tubuhnya. Satu diletakan di bagian belakang, satunya lagi diletakkan di bagian depan.
Yang meledak pertama kali adalah komponen bom bagian belakang, sementara bagian depan tidak meledak bersamaan.
Hal ini deijelaskan oleh Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yuri Karsono.
Menurut Yuri, bom yang ada di depan tubuh Agus terpental dan terlepas dari badannya.
Bom yang terpental itu kemudian ditemukan petugas penjinak bom di titik lainnya setelah bom bunuh diri itu terjadi.
"Kalau rekan-rekan dengar, kemarin ada 'disposal' (ledakan kedua), nah itu yang kita 'disposal', karena sifatnya sensitif sehingga kita 'disposal'," ungkap Yuri.
Identitas Pelaku Terungkap
Sementara dari hasil Identifikasi, Polisi berhasil mengungkap identitas pelaku melalui sidik jari dan face recognition sehingga diketahui bahwa sosok pelaku bom di Mapolsek Astana Anyar adalah Agus Sujatno Alias Agus Muslim.
Agus Sujatno (34) berasal dari Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat.
Pelaku bom bunuh di Astana Anyar Bandung menyewa kamar kos di Dukuh Blotana RT 07 RW 02, Desa Siwal, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. AS disebut tinggal bersama istrinya.
Tetangga mengungkapkan jika Agus dan istrinya jarang bergaul dan tertutup.
Untuk profesi pelaku sehari-hari sendiri Agus merupakan seorang tukang parkir.
Agus sendiri pernah ditangkap atas kasus Bom Cicendo dan sempat dihukum empat tahun dan di bulan September-Oktober 2021. Agus bebas pada September 2021.
***