SuaraPantura.com - Silang sengkarut yang terjadi di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pasuruan masih belum usai.
Mirisnya, beberapa media massa diidentifikasi memperkeruh suasana internal di tubuh KONI Kota Pasuruan dengan pemberitaan tendensius.
KH, salah satu pengurus cabor mengaku pemberitaan beberapa media cetak tersebut dinilai hanya berniat menyudutkan satu pihak tanpa turun mengidentifikasi permasalahan utuh.
"Saya merasa prihatin kok bisa wartawannya tidak turun identifikasi khusus menanyakan apa benar yang ditulis itu mewakili seluruh cabor? Turun dong, tanya satu-satu ke cabornya," ujarnya, Sabtu 10 Desember 2022.
Menurut KH, masalah di tubuh KONI Kota Pasuruan sekarang tidak cukup dengan tuntutan mengganti ketuanya, melainkan perlu kedewasaan dan keterbukaan semua cabor.
Apalagi dalam soal masih terkendalanya pencairan dana cabor yang dinilai juga karena ada cabor yang masih manipulatif dalam LPJ anggarannya.
"Masalah utamanya karena pihak-pihak yang saling lempar omongan itu kayak anak kecil, tidak ada yang mau dewasa dan ngalah. Medianya senang dengan adanya rame-rame ini," tegas KH yang memilih namanya disamarkan untuk mengantisipasi kegaduhan lebih parah.
Kisruh yang terjadi di tubuh KONI Kota Pasuruan semakin ramai karena juga adanya pihak eksternal KONI yang ikut campur.
"Coba KONI itu membuka blak-blakan cabor apa yang mengganjal pencairan dana karena mereka ini SPJnya ndak pernah beres dari dulu. Merasa petentang-petenteng karena di back up ketua dewan kan," tandas KH.***