SuaraPantura.com - Kemiskinan dan kesenjangan sosial masih saja terjadi di belahan dunia.
Kali ini kemiskinan yang melanda kepulauan Haiti menjadi sorotan.
Pasalnya, warga kepulauan Haitubini terpaksa memakan lumpur karena terdesak kemiskinan di daerah tersebut.
Lumpur itu mereka olah dengan campuran seadanya agar bisa dimakan untuk sekedar mengganjal perut.
Kebiasaan makan lumpur ini bahkan juga dilakukan oleh para wanita hamil di daerah tersebut.
Mereka membuat resep sangat sederhana. Mereka membuat kuer dengan mencampur lumpur, garam dan sedikit mentega, nyaris tak ada gizinya, hanya sekadar untuk mempertahan populasi.
Kue yang sudah jadi tersebut kemudian di jemur sampai kering di halaman, seperti tembikar. Di bawah terik matahari Karibia, kue tersebut bercampur dengan debu dan kotoran lain.
Harga makanan dan bahan bakar yang melambung tinggi membuat masyarakat Haiti tak bisa membeli bahan pangan.
Bahkan para penduduk di sana hanya berpenghasilan Rp 7000 per hari. Pusat bantuan makanan melaporkan bahwa jumlah orang yang meminta makanan telah meningkat hingga tiga kali lipat. Di pemukiman kumuh Fort Mercedi, banyak ditemui anak-anak dengan rambut menguning karena kurang gizi.
Banyak juga anak-anak yang putus sekolah karena tak sanggup membayar biaya pendidikan. Kondisi ini yang memaksa para wanita Haiti mencampurkan lumpur, garam, dan minyak sayur untuk membuat kue lumpur.
***