SuaraPantura.com - Viralnya ambulans berstiker kader NasDem yang lawan arah di kawasan Puncak, tepatnya di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengundang banyak reaksi publik, salah satunya dari Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno.
Menurut Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno mengatakan bahwa apabila ada Anggota Dewan yang melakukan pelanggaran lalu lintas, jangan dipilih lagi di Pemilu Selanjutnya.
"Kalau kelakuan sudah melanggar hukum lalu lintas, kalau ambulans-nya ada nama anggota dewan, jangan dipilih orang begitu. Pelanggaran lalu lintas udah jadi hal sepele, bisa jadi korupsi ke depannya," ujar Djoko pada Sabtu 24 Desember 2022 seperti dikutip dari HOEDHOED.COM pada artikel berjudul Ambulans Partai Lawan Arah, Pengamat : Jangan Pilih Lagi!
Menurut Djoko, ambulans milik kader NasDem tersebut sudah melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan karena tidak memakai ambulans semestinya, dan melawan arus.
Djoko berharap, polisi tindak tegas ambulans-ambulan dari partai lain, tanpa melihat siapa partai tersebut.
"Polisi jangan takut, pegangan (aturan) sudah ada. Tindak tegas sesuai aturan gak peduli partai apapun. Apalagi kader partai-partai itu sebagai anggota dewan, harusnya jadi contoh yang baik," kata Djoko.
Sebelumnya diberitakan, polisi menindak salah satu ambulans yang melawan arah di kawasan Puncak, tepatnya di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ambulans tersebut berstiker anggota DPRD DKI dari Partai NasDem, Jupiter.
Dia mengatakan hal tersebut sangat membahayakan. Terlebih ambulans tersebut diikuti bus besar di belakangnya.
"Tentu ini sangat tidak diindahkan, dilarang, tidak diperbolehkan, karena sangat membahayakan. Apalagi tadi ambulans tersebut diikuti oleh dua bus besar," kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Dicky Anggi Pranata kepada wartawan di Simpang Gadog, pada Jumat 23 Desember 2022.
Sopir ambulans tersebut telah diperiksa polisi. Berdasarkan keterangan sopir, mereka bertujuan menggelar kegiatan pribadi di kawasan Puncak.
"Tadi dapat informasi setelah kami mintai keterangan memang untuk kegiatan pribadi, bukan emergency," jelas Dicky.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem sekaligus pemilik ambulans, Ahmad Lukman Jupiter buka suara mengenai ambulans berstiker dirinya yang melawan arah di Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat
"Saya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, terutama pengguna jalan yang terganggu dengan aksi pengemudi ambulans tersebut," kata Jupiter saat dihubungi wartaawan.
Jupiter mengakui ambulans tersebut dibelinya dari kerabat dekat. Biasanya, ambulans itu diperuntukkan buat melayani warga di daerah pemilihan (dapil) Jupiter.
"Jadi ambulans ini saya beli dari teman untuk bantu warga jika ada yang sakit, untuk melayani warga di dapil," jelas Jupiter.
Jupiter menjelaskan, saat peristiwa itu terjadi, sopir hendak menuju Grand Cempaka Resort, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor untuk menghadiri acara internal kader dan simpatisan Jupiter. Jadi, sopir tersebut tak dalam keadaan darurat karena tidak sedang membawa pasien.
"Sopir ambulans ingin ke Hotel Grand Cempaka dan posisinya memang untuk standby (bersiaga) di sana. Disiagakan di sana untuk keadaan darurat saja," jelasnya.
Jupiter menilai aksi yang dilakukan sopirnya sangat arogan karena membahayakan pengguna jalan yang lain. Karena itu, anggota Komisi A tersebut berjanji akan membina sopir agar mematuhi lalu lintas saat berkendara.
"Saya sangat kecewa dan menyayangkan aksi pengemudi ambulans tersebut," tegas Jupiter.
"Saya berharap aksi serupa tidak terulang kembali," tambah Jupiter.