Siapa Rian Mahendra? Ada Hubungan apa dengan PO Haryanto? Ini Fakta Menarik Tentang Mas Rian
Ulul Abshar•
Nasional
SuaraPantura.com - PT Haryanto Motor Indonesia dikenal sebagai Perusahaan Otobus. PO Haryanto ini melayani trayek Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Pulau Jawa dan Madura, dari Merak di Banten, sampai Malang dan Sumenep di Jawa Timur.
PO Haryanto sendiri bergarasi di Kudus, Jawa Tengah, dengan kantor cabang operasional di Tangerang dan Boyolali.
Selain menjalankan bisnis bus AKAP, PO Haryanto juga menjadi operator bus pariwisata.
PO Haryanto didirikan tahun 2002 oleh bapak Haji Haryanto. Bapak Haji Haryanto adalah seorang pensiunan TNI. PO Haryanto kini semakin pesat dan trayek yang dilayaninya pun semakin berkembang.
Diawal merintis, kendali operasional harian PO Haryanto ini diserahkan Haji Haryanto kepada anak pertamanya, Rian Mahendra.
Rian Mahendra dipercaya menjadi Direktur Operasional PO Haryanto, dan mengelola usaha ini bersama adik-adiknya dengan tetap di bawah supervisi langsung Haji Harryanto.
Rian Mahendra yang akrab disapa Mas Boy ini sebenarnya mulai ikut berkecimpung di bisnis transportasi bus AKAP membantu sang ayah sejak remaja. Dia saat itu membantu menjual tiket bus di terminal sejak dia di bangku SD.
Berikut fakta menarik tentang Rian mahendra yang belum banyak orang tau
1. Drop Out dari Bangku SMA
Rian Mahendra Sempat mengenyam pendidikan pesantren pada tahun 1998 sampai 2003 di Pondok Alfalah Mojo, Kediri, Rian Mahendra pernah dikeluarkan dari bangku SMA yang membuatnya menjadi lulusan SMP. Siapa yang menyangka kalau sosok Rian Mahendra ternyata haya lulusan SMP.
Di tahun 2003 Haji Haryanto merintisi usaha PO Haryanto dengan 5 unit bus. Saat itu PO Haryanto sedang merintis trayek bus AKAP dengan armada bus bekas kelas non AC.
Seiring perjalanan, Rian Mahendra mulai berkecimpung di bagian operasional dengan menangani trayek termasuk trayek-trayek anyar yang baru dibuka berikut rute yang dilintasi, jalur agen hingga rekrutmen karyawan.
Pada usia 19 tahun, Rian Mahendra mulai mengelola operasional perjalanan bus PO Haryanto di wilayah timur.
Sedangkan sang Ayah Haji Haryanto mengelola di bagian barat. Suatu tantangan besar yang ia hadapi Rian Mahendra saat mulai merintis bisnis tranpostasi ini, saat ia menawarkan sendiri tiket busnya kepada calon penumpang di terminal.
Rian Mahendra harus bersaing mencari penumpang saat sudah banyak PO bus lain yang lebih besar beroperasi dengan armada yang lebih bagus.
Selain terjun sendiri menjual tiket, Rian Mahendra juga menjalin pendekatan persuasif dengan para penumpang.
“Jadi melalui pendekatan persuasif ini kita jadi paham apa yang sebenernya diinginkan serta dibutuhkan para penumpang bus,” ujarnya dalam obrolan di channel Coach Yudi Candra di YouTube.
2. Diejek Bus Kandang Ayam
Kerasnya dunia terminal membuat bus-bus PO Haryanto yang terdiri dari bus bekas non-AC kerap dicibir sebagai bus kandang ayam.
Rian Mahendra juga kerap bertemu preman. Kondisi demikian menjadikan mentalnya lebih kuat di kemudian hari dan menjadi modal baik untuk mengelola bisnis transportasi.
Saat usaha transportasi PO Haryanto redup di 2006, Rian Mahendra tetap gigih membantu sang ayah Haji Haryanto mengelola bisnis transportasi hingga pelan-pelan membawa bisnis PO Haryanto kembali rebound, bahkan berkembang pesat di kemudian hari.
“Saat ini sudah ada 300 unit dan PO Haryanto sudah men-cover trayek ke Madura, Solo, Wonogiri, Jogja, Kudus, Pati, Jepara sampai Bojonegoro dan di jalur-jalur Pantura seperti Pekalongan, Tegal dan Pemalang,” ujarnya.
Selain dikenal pekerja keras, Rian Mahendra juga menerapkan sikap low profile.
Hingga saat ini dia tak malu untuk turun ke lapangan langsung dan berkeliling menyambangi kru dan pool PO Haryanto di daerah serta menemui agen-agen tiketnya ke pelosok.
Ia juga masih turun langsung menolong penumpang busnya membawakan barang bawaan ke bagasi bus.
Menurutnya, kualitas pelayanan atau service adalah senjata utama bisnis transportasi agar bisa berkembang karena hal itu akan memberikan kenyamanan bagi para penumpang.
Rian Mahendra Terjun Langsung Beri Pelayanan Kepada Penumpang — Ist Rian Mahendra
Dia secara berkala juga melakukan peremajaan armada busnya setiap ada armada yang memasuki usia lima tahun pemakaian.
3. Tidak Pernah Gagal Dalam Membuka Trayek Baru
Rian Mahendra adalah sosok pekerja keras fokus dan mau terjun ke lapangan. hal inilah yang membuat Rian Mahendra pandai dalam menentukan pembukaan jalur trayek baru untuk PO Haryanto.
Rian Mahendra Saat Awal Merintis PO Haryanto — Ist Rian mahendra
Dalam video yang diunggah di berbagai channel YouTube dunia transportasi bus, Rian Mahendra mengakui kalau dirinya tidak pernah gagal dalam membuka trayek PO Haryanto.
"Selama saya 19 tahun di PO Haryanto, Alhamdulillah saya belum pernah gagal dalam membuka jalur atau trayek satu pun" ujar Mas Rian dalam channel YouTube PO Haryanto Official.
4. Rian Mahendra Keluar Dari PO Haryanto
Baru-baru ini sosok Rian Mahendra menjadi perbincangan di TikTok atau YouTube kalangan dunia transportasi bus khususnya pecinta bus atau Manis Bus Indonesia.
Rian Mahendra membuat klarifikasi terkait dirinya keluar dari PO Haryanto. Hal ini disampaikan Rian Mahendra melalui channel YouTube miliknya yaitu PO Haryanto Official pada Rabu 28 Desember 2022.
Mantan Direktur Operasional Rian Mahendra akhirnya memberikan klarifikasi kenapa dirinya sudah tidak di PO Haryanto lagi
"Kemarin tanggal 22 Juli melalui suratnya yang mungkin sudah banyak beredar di sosial media, saya sudah tidak bergabung lagi dengan PO Haryanto" kata Rian Mahendra.
Mas Rian juga memberitahu alasanya kenapa tidak di PO Haryanto lagi.
"Kenapa saya tidak di PO Haryanto, karena Bapak (Haji Haryanto) sudah tidak berkenan saya ada di PO Haryanto lagi, artinya tugas dan tanggung jawab saya di PO Haryanto sudah selesai" lanjut bos Rian Mahendra.
Keluarnya Bos Rian Mahendra dari PO Haryanto alasanya karena ada masalah internal di perusahaan tersebut, Rian Mahendra tidak memberi tahu secara detail karena harus menjaga marwah perusahaan dan orang banyak.***