SuaraPantura.com - Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 skala richter mengguncang negara Turki dan sekitarnya.
Otoritas setempat mengatakan gempa tersebut mengakibatkan beberapa infrastruktur sumber energi di negara tersebut rusak.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki, Fatih Donmez.
menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur, khususnya di provinsi Kahramanmaraş, yang dianggap sebagai pusat gempa, kata Donmez seperti dilansir dari Daily Sabah pada Selasa, 6 Februari 2023.
Namun beruntungnya, dua jaringan pipa minyak kritis dan pembangkit listrik tenaga nuklir, yang saat ini sedang dibangun, tetap tidak rusak.
Gempa tersebut merobohkan ratusan bangunan dan menewaskan sedikitnya 1.000 orang, kata para pejabat.
Ratusan orang diyakini masih terperangkap di bawah puing-puing, dan jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah karena petugas penyelamat mencari gundukan reruntuhan di kota-kota besar dan kecil di seluruh area.
Kerusakan parah telah terjadi pada jalur transmisi dan distribusi listrik dan gas alam, Dönmez menginformasikan.
Dia membenarkan bahwa jalur transmisi utama gas alam di distrik Turkoglu di Kahramanmaras, yang dekat dengan pusat gempa, mengalami kerusakan paling parah.
“Ini adalah jalur transmisi utama kami yang membawa gas alam ke Gaziantep, Hatay, dan Kilis, terutama ke Kahramanmaras. Saat ini, wilayah ini mungkin mengalami pemadaman listrik,” tambah Donmez.
Tim sedang bekerja untuk memperbaiki jalur yang rusak, katanya, menambahkan bahwa sekitar 30 gardu induk milik Perusahaan Transmisi Listrik Türkiye (TEIAŞ) mengalami berbagai tingkat kerusakan.
***