SuaraPantura.com - Gempa yang cukup dahsyat berpusat di Turki dan memporak pirandakan bangunan di negara Turki dan sekitarnya.
Tak hanya itu, korban nyawa manusia pun turut berjatuhan.
Grmetaran gempa awalnya berkekuatan 7,8 pada Senin pagi dan merobohkan bangunan saat irang-orang tengah tertidur.
Kemudian berlanjut dengan gempa susulan berkekuatan 7,6 beberapa jam kemudian pasca getaran gempa yang pertama.
Dilansir dari Aljazera, Pihak berwenang Turki mengatakan jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang berpusat di tenggara Turki naik menjadi 3.419, sehingga total termasuk mereka yang tewas di Suriah utara menjadi lebih dari 5.000.
Survei Geologi Amerika Serikat mengatakan gempa awal berpusat sekitar 33 km (20 mil) dari Gaziantep, kota besar Turki dan ibu kota provinsi.
Belum usai proses evakuasi, aliran bantuan dari PBB ke Turki dan Suriah pun sementara dihentikan karena akses jalan mengalami kerusakan yang cukup parah.
Hal ini dismpaikan oleh juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi BantuanKemanusiaan, kepada kantor berita Reuters.
" Beberapa jalan rusak, beberapa tidak dapat diakses. Ada masalah logistik yang perlu diselesaikan," ungkapnya.
Kondisi terakhir, masih banyak para korban yang mengalami trauma atas kejadian gempa Turki tersebut.
Tubuh mereka yang mengalami trauma fisik dan mental. Selain trauma, mereka juga resah katena khawatir bahwa goncangan akan datang kapan saja.
***