Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

1 Abad NU, Anies Baswedan Memilih Ziarah ke Makam KH Zainul Arifin Pohan, Siapa Sosok Beliau?

Desky Danuaji•
Nasional

SuaraPantura.com - Dalam rangka 1 abad NU, Aniea Baswedan memilih melakukan ziarah ke makam KH Zainul Arifin Pohan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Siapakah sosok KH Zainul Arifin Pohan?.

Menurut Anies Baswedan, KH Zainul Arifin Pohan merupakan salah satu penggerak (muharrik) NU awal di Jakarta dan pahlawan bangsa.

Kemudian Anises Baswedan memberikan dalam gambaran Gus Dur, KH Zainal Arifin Pohan adalah bangsawan yang ber-NU melalui jalur kemerdekaan.

Lahir di Barus, Sumatera Utara, pada 12 September 1909, KH Zainul anak tunggal Raja Barus, Sultan Ramali bin Tuangku Raja Barus.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Sejak remaja merantau ke Batavia dan langsung bergabung di Gerakan Pemuda (GP) Ansor, dan kemudian menjadi Ketua NU Jatinegara dan Majelis Konsul NU Batavia.

Pada masa revolusi Indonesia, KH Zainul Arifin menjadi panglima Hizbullah. Dia merekrut dan melatih anak-anak muda di desa-desa untuk menjadi pejuang bangsa.

Beliau mewakafkan seluruh waktu dan energinya untuk NU dan Republik. Terlibat sangat aktif dalam berbagai posisi dan tugas di NU dan kenegaraan.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Mulai dari Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), wakil perdana menteri pada kabinet Ali Sastroamidjojo I (1953-1955), anggota konstituante, dan terakhir menjadi Ketua DPR-GR sebagai perwakilan NU.

Saat puncak pemberontakan DII/TII pada kurun 60-an, KH Zainul Arifin beserta NU menyatakan sikap tetap memihak Republik.

Maka, meskipun beredar kabar berbagai upaya pembunuhan terhadap Presiden Soekarno, KH Zainul memilih melindungi sang presiden. Sehingga akhirnya pada 10 Dzulhijjah 1381 H/14 Mei 1962. Pada rakaat kedua KH Zainul Arifin terkena peluru yang ditembakkan anggota DII/TII yang ikut shalat Idul Adha; peluru tersebut mestinya mengenai Presiden Soekarno.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Tugasnya melindungi Presiden terlaksana, tetapi kesehatannya terus menurun. Beliau syahid pada 2 Maret 1963. Negara mengangkatnya menjadi pahlawan kemerdekaan nasional. Dan, namanya diabadikan menjadi salah satu jalan di Jakarta, tepatnya jalan KH Zainul Arifin, Jakarta Pusat.

Menurut Anies Baswedan, Kisah KH Zainul Arifin ini adalah cerminan dari bagaimana NU mewarnai Indonesia. Tak pernah mundur selangkah pun untuk urusan keislaman dan keindonesiaan. Kini, NU siap menghadapi abad kedua yang penuh dengan tantangan.

Anies Baswedan pun optimis bahwa NU akan senantiasa merawaj jagat dan membangun peradaban.

" Insya Allah NU senantiasa merawat jagat, membangun peradaban.," Ungkap Anies.
***

 

Tags:
#kh zainul arifin#1 abad nu#anies baswedan ziarah
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…