SuaraPantura.com - Pengajian Ustaz Hanan Attaki di Masjid Al-Muttaqien, Desa Laden, Pamekasan, Madura dibubarkan Banser NU bersama warga.
Sontak kejafian ini pun menjadi trending hangat di media sosial Twitter pada Kamis, 16 Februari lalu.
Insiden ini terjadi pada saat pengajian Ustaz Hanan Attaki yang diselenggarakan pada Minggu, 12 Februari 2023.
Ustaz Hanan Attaki dituduh bahwa Ia adalah seorang wahabi dan merupakan pendukung Yahudi serta dianggap menghina Nabi Musa dan Sayyidah Aisyah.
Mepalui unggahannya, Ustaz Hanan Attaki pun bercerita bahwa penolakan dan tuduhan serupa seperti itu bukanlah hal yang pertama karena ia sudah kerap menerimanya sejak tahun 2017.
Ia menyatakan fitnah ini sudah pernah sempat ramai sejak tahun 2017. Ia juga mengaku sudah memberikan penjelasan tentang kesalahpahaman yang mengakibatkan fitnah tersebut.
Tetapi karena mungkin sudah lama akhirnya ketika diangkat lagi dihebohkan lagi, beberapa dari mereka kehilangan referensi penjelasan waktu itu.
Terpisah, Wakil Bupati Jember, Muhammad Balya Firjaun Barlaman, mwngatakan bahwa penolakan terjadi karena banyak masyarakat setempat yang tidak mengetahui sosok ustaz Hanan Attaki sebagai pendakwah.
Ia menyebutkan bahwa batalnya acara tersebut telah melalui kesepakatan antara pemerintah Jember dan pihak panitia penyelenggara acara.
Sementara Bendahara GP Ansor Jawa Timur M Fawait (Gus Fawait) mengungkap alasan Banser dan warga membubarkan pengajian adalah karena pengajian Ustaz Hanan Attaki di Pamekasan tidak sesuai dengan kultur dan budaya masyarakat Jawa Timur, termasuk di wilayah Desa Laden, Pamekasan.
Gus Fawait menyarankan, jika memang ingin mendengarkan pengajian Ustaz Hanan Attaki, masyarakat diminta mendatangi daerah asal yang bersangkutan, bukan dengan memaksa menggelar pengajian di wilayah yang banyak warga yang tidak menyukainya.
***