SuaraPantura.com - Seorang guru MTS Nurul Huda bernama Kholifah di Kabupaten Brebes menangis dan syok mengalami tindakan kekerasan mental yang dilakukan oleh pemilik kantin sekolah. Pemilik kantin sekolah tersebut telah merampas dan membuang makanan ringan hasil karya siswa MTS Nurul Huda Kalibuntu Kecamatan Losari Kabupaten Brebes.
"Waktu itu saya baru masuk halaman sekolah, saya belum sempat turun dari motor, langsung bu kantin datang sambil ngomel-ngomel terus numpahin dagangan, anak-anak yang lihat pada ketakutan terus pada lari," ucap Kholifah sambil menangis saat ditemui awak media di ruang Kepala Sekolah, Kamis (19/12/2024) siang.
Kekerasan mental yang dialami oleh Kholifah terjadi di sekitar halaman sekolah tidak jauh dari lokasi kantin, Selasa (17/12/2024) pagi sekitar jam 07.15 WIB. Kejadian itu telah viral di media sosial X dan telah ditonton oleh 26 ribu netizen.
Kholifah mengaku ketakutan dengan kejadian bully tersebut pasalnya bukan hanya barang dagangan yang dirusak tetapi juga ada ancaman dengan membawa senjata tajam.
"Saya takut, saya takut, saya takut, ada dua orang yang melakukan itu, yang perempuan nunjuk-nunjuk saya, yang laki-laki jarak sekitar 10 meteran dipojokkan bawa senjata tajam, dia bawa besi yang tajam dan bawa sabet," pungkasnya.
Kepala MTS Nurul Huda Kalibuntu Kabupaten Brebes, Basuni membenarkan kejadian bully tersebut. Menurutnya, jajanan yang dibuang paksa oleh pemilik kantin merupakan hasil karya kewirausahaan siswanya bersama guru Kholifah atas perintahnya.
"Makanan ringan yang dibuang paksa ibu kantin itu merupakan hasil karya kewirausahaan siswanya bersama Ibu Kholifah. Baru berjalan sekitar 10 hari, berhubung banyak diminati siswa selanjutnya kami jual. Program keworausahaan ini dalam rangka menerapkan P5RA. Rupanya pengelola kantin ini tahu dan tidak rerima adanya orang jualan di lingkungan sekolah, sehingga dengan tidak sopan, tidak koordinasi, tidak ada pemberitahuan lebih dulu, pengelola kantin dalam hal ini Ibu Fatimah dan Bisri melakukan pengadangan dan merampas dagangan lalu membuangnya sesuai dengan apa yang sudah viral di media sosial," kata Basuni saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/12/2024) siang.
Dia menuturkan keberadaan kantin selama ini di lingkungan sekolah tersebut di luar manajemen MTS Nurul Huda. Atas kejadian tersebut, Basuni mengaku akan berkoordinasi dengan pengelola kantin dan pihak Kemenag untuk mencari solusi terbaik. Dia juga berterima kasih atas perhatian Kepala desa setempat, Kepala Kecamatan setempat dan pihak Polsek setempat yang telah mengunjungi MTS Nurul Huda atas kejadian tersebut.
***