Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Seorang Guru Menangis Syok, Makanan Hasil Karya Siswa MTS Nurul Huda di Kabupaten Brebes di Bully Oleh Pemilik Kantin

Tim Suara Pantura 01•
Seputar Bregas

SuaraPantura.com - Seorang guru MTS Nurul Huda bernama Kholifah di Kabupaten Brebes menangis dan syok mengalami tindakan kekerasan mental yang dilakukan oleh pemilik kantin sekolah. Pemilik kantin sekolah tersebut telah merampas dan membuang makanan ringan hasil karya siswa MTS Nurul Huda Kalibuntu Kecamatan Losari Kabupaten Brebes.

"Waktu itu saya baru masuk halaman sekolah, saya belum sempat turun dari motor, langsung bu kantin datang sambil ngomel-ngomel terus numpahin dagangan, anak-anak yang lihat pada ketakutan terus pada lari," ucap Kholifah sambil menangis saat ditemui awak media di ruang Kepala Sekolah, Kamis (19/12/2024) siang.

Kekerasan mental yang dialami oleh Kholifah terjadi di sekitar halaman sekolah tidak jauh dari lokasi kantin, Selasa (17/12/2024) pagi sekitar jam 07.15 WIB. Kejadian itu telah viral di media sosial X dan telah ditonton oleh 26 ribu netizen.

Ratusan Guru Tegal Ikuti Financial Class untuk Bekali Siswa Literasi Keuangan
Baca Juga · Seputar Bregas
Ratusan Guru Tegal Ikuti Financial Class untuk Bekali Siswa Literasi Keuangan

Kholifah mengaku ketakutan dengan kejadian bully tersebut pasalnya bukan hanya barang dagangan yang dirusak tetapi juga ada ancaman dengan membawa senjata tajam.

"Saya takut, saya takut, saya takut, ada dua orang yang melakukan itu, yang perempuan nunjuk-nunjuk saya, yang laki-laki jarak sekitar 10 meteran dipojokkan bawa senjata tajam, dia bawa besi yang tajam dan bawa sabet," pungkasnya.

Proyek Kolam Renang GOR Trisanja Disorot, Kadis Porapar Akui Pengawasan Kurang
Baca Juga · Seputar Bregas
Proyek Kolam Renang GOR Trisanja Disorot, Kadis Porapar Akui Pengawasan Kurang

Kepala MTS Nurul Huda Kalibuntu Kabupaten Brebes, Basuni membenarkan kejadian bully tersebut. Menurutnya, jajanan yang dibuang paksa oleh pemilik kantin merupakan hasil karya kewirausahaan siswanya bersama guru Kholifah atas perintahnya.

"Makanan ringan yang dibuang paksa ibu kantin itu merupakan hasil karya kewirausahaan siswanya bersama Ibu Kholifah. Baru berjalan sekitar 10 hari, berhubung banyak diminati siswa selanjutnya kami jual. Program keworausahaan ini dalam rangka menerapkan P5RA. Rupanya pengelola kantin ini tahu dan tidak rerima adanya orang jualan di lingkungan sekolah, sehingga dengan tidak sopan, tidak koordinasi, tidak ada pemberitahuan lebih dulu, pengelola kantin dalam hal ini Ibu Fatimah dan Bisri melakukan pengadangan dan merampas dagangan lalu membuangnya sesuai dengan apa yang sudah viral di media sosial," kata Basuni saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/12/2024) siang.

Hujan Es Disertai Angin Kencang Terjang Bumijawa, Atap 8 Rumah Warga Rusak
Baca Juga · Seputar Bregas
Hujan Es Disertai Angin Kencang Terjang Bumijawa, Atap 8 Rumah Warga Rusak

Dia menuturkan keberadaan kantin selama ini di lingkungan sekolah tersebut di luar manajemen MTS Nurul Huda. Atas kejadian tersebut, Basuni mengaku akan berkoordinasi dengan pengelola kantin dan pihak Kemenag untuk mencari solusi terbaik. Dia juga berterima kasih atas perhatian Kepala desa setempat, Kepala Kecamatan setempat dan pihak Polsek setempat yang telah mengunjungi MTS Nurul Huda atas kejadian tersebut.
***

Tags:
#mts nurul huda#brebes
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…